News
·
28 Oktober 2020 19:27

Dua Aksi Turun ke Jalan di Hari Sumpah Pemuda

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Dua Aksi Turun ke Jalan di Hari Sumpah Pemuda (366405)
Dua aksi demo terjadi di Solo pada Hari Sumpah Pemuda digelar di Bundaran Gladak Kota Solo dan di Ngarsopuro
SOLO - Dua aksi demo terjadi di Kota Solo pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2020. Aksi pertama digelar di Bundaran Gladak Kota Solo, yang diselenggarakan oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).
ADVERTISEMENT
Demo yang diikuti oleh Alinsi Umat Islam se-Solo Raya itu mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.
"Kami protes keras terhadap Presiden Prancis yang memberikan pernyataan tentang Islam serta Nabi Muhammad. Pernyataan tersebut terkait kebencian dan Islamophobia serta penistaan agama," ujar Korlap Aksi, Endro Sudarsono.
Dalam aksi tersebut, massa yang diikuti dari Kokam Muhammadiyah, Laskar Umat Islam, Majelis Taklim hingga Pondok Pesantren meminta Presiden Prancis itu minta maaf serta mengakui kesalahannya.
Dua Aksi Turun ke Jalan di Hari Sumpah Pemuda (366406)
Demo yang diikuti oleh Alinsi Umat Islam se-Solo Raya itu mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW
"Kami harap Presiden Prancis meminta maaf dan menyadari kesalahannya. Kami juga minta pada dunia Islam memblokir produk Prancis atas apa yang telah diucapkan Marcon," tegasnya.
Massa juga meminta kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo untuk melakukan evaluasi termasuk pertimbangan putus hubungan diplomatik terhadap Prancis.
ADVERTISEMENT
"Kami minta kepada Presiden Jokowi melakukan evaluasi pertimbangan putus hubungan diplomatik dengan Prancis. Kami juga meminta pada dunia Islam memboikot produk-produk Prancis," paparnya.
Sementara itu, di tempat berbeda juga terjadi aksi turun ke jalan dari mahasiswa yang turun ke jalan di Ngarsopuro. Seperti tuntutan sebelumnya, para mahasiswa mendesak pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.
Dua Aksi Turun ke Jalan di Hari Sumpah Pemuda (366407)
Dalam aksi tersebut, massa yang diikuti dari Kokam Muhammadiyah, Laskar Umat Islam, Majelis Taklim hingga Pondok Pesantren meminta Presiden Prancis itu minta maaf serta mengakui kesalahannya itu
"Kami tetap fokus pada kajian pada aksi-aksi sebelumnya yaitu berfokus mencabut Omnibus Law itu sendiri," ujar Korlap Aksi, Kliwon.
Selain itu, mahasiswa juga membawa beberapa tuntutan yakni, untuk Polres menghentikan represifitas pada aktivis demokrasi.
Dalam Hari Sumpah Pemuda sebagian respon anak muda dalam mengawal UU Cipta Kerja.
"Ini adalah respon semangat Sumpah Pemuda dalam 28 Oktober," ujarnya.
Dua Aksi Turun ke Jalan di Hari Sumpah Pemuda (366408)
Di tempat berbeda juga terjadi aksi turun ke jalan dari mahasiswa yang turun ke jalan di Ngarsopuro. Seperti tuntutan sebelumnya, para mahasiswa mendesak pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law
Sementara itu, Kapolres Surakarta, Ade Safri Simanjuntak, menurunkan 450 personel untuk pengamanan massa di Ngarsopura yang mulai merambah ke jalan umum yakni Jalan Slamet Riyadi.
ADVERTISEMENT
"Polres Surakarta di back-up Polda Jawa Tengah, menurunkan personel sebanyak 450. Yang kami sering temukan di beberapa tempat, seperti yang menjadi konsentrasi aksi dan akses jalan menjadi aksi," jelas Kapolres Ade Safri Simanjuntak.
Dalam aksi tersebut, Ade mengungkapkan tidak ada massa yang diamankan. Pihaknya juga telah melakukan pendekatan jalan untuk meminimalisir kelompok masa penyusun.
"Kami mengamankan aksi ini, kami melakukan penyekatan tujuannya adalah agar tidak ada kelompok massa penyusun yang tendensi menimbulkan anarkis. Jangan sampai kegiatan yang baik disusupi kelompok yang ingin membuat rusuh," tutupnya. (Tara Wahyu)