News
·
26 November 2020 14:21

Dua Bulan Pelaksanaan Kampanye, Bawaslu Solo belum Temukan Pelanggaran

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Dua Bulan Pelaksanaan Kampanye, Bawaslu Solo belum Temukan Pelanggaran  (31691)
Paslon nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa
SOLO - Pelaksanaan kampanye Pilkada Solo 2020 telah berlangsung selama dua bulan. Selama dua bulan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo belum menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh kedua paslon baik paslon nomor urut 01, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa, serta paslon nomor urut 02, Bagyo Wahyono dan FX Supardjo.
ADVERTISEMENT
Hal itu diungkapkan oleh Poppy Kusuma, Anggota Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Solo. Selama dua jajaran Bawaslu melakukan pengawasan setiap kali paslon baik nomor urut 01 maupun nomor urut 02 melakukan kampanye.
"Hal terpenting yang Bawaslu lakukan adalah pencegahan setiap kali ada Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) atau jadwal kampanye, kita sudah buat surat himbauan. Jadi tiap kecamatan membuat himbauan itu, yang berisi tidak boleh melanggar protokol kesehatan," jelas Poppy, Kamis (26/11).
Peserta kampanye juga dibatasi hanya 50 orang dalam satu tempat, serta surat himbauan diberikan setiap kali ada kampanye, dan melarang adanya ujaran kebencian terkait isu Sara.
Dua Bulan Pelaksanaan Kampanye, Bawaslu Solo belum Temukan Pelanggaran  (31692)
Paslon nomor urut 02, Bagyo Wahyono dan FX Supardjo
Dalam kampanye itu, harus memenuhi ketentuan tidak boleh melanggar Pasal 69, serta protokol kesehatan dilakukan dengan ketat.
ADVERTISEMENT
"Selama ini belum ada temuan dan laporan, karena itu upaya pencegahan yang dilakukan Bawaslu itu maksimal. Jadi, sebelum ada pelanggaran, kami selalu ingatkan. Kalau misalnya ada pelanggaran kita ingatkan, kita tegur lisan. Bila tak mengindahkan, kita kasih peringatan tertulis," tegasnya.
Lebih lanjut Poppy mengungkapkan, sanksi yang bisa diperoleh kedua paslon ini ialah mendapat surat tertulis, bila dalam satu jam tidak mengindahkan surat tertulis tersebut, maka Bawaslu akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk membubarkan.
Terkait foto pendaftaran yang sempat beredar saat pendaftaran Calon Wali Kota Solo dan Wakil Wali Kota Solo pada awal September lalu, ia mengaku Bawaslu telah melakukan kerja sesuai ketentuan.
"Pada waktu pendaftaran, Bawaslu hadir di sini, di KPU dengan protokol kesehatan yang ketat. Yang masuk ke KPU sesuai ketentuan di dalam gedung KPU tidak ada pelanggaran protokol kesehatan," tutupnya. (Tara Wahyu)
ADVERTISEMENT