News
·
8 April 2021 13:46

Gara-gara Tak Kenakan Sabuk Pengaman, Mobil Bodong Tertangkap Kamera ETLE

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Gara-gara Tak Kenakan Sabuk Pengaman, Mobil Bodong Tertangkap Kamera ETLE (9306)
Satlantas Polresta Solo menahan mobil yang diduga bodong
SOLO-Tim Satlantas Polresta Solo menahan sebuah mobil Toyota Calya yang diduga bodong. Mereka memburu mobil itu setelah terpantau melanggar melalui kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Simpang Kerten.
ADVERTISEMENT
Kasatlantas Polresta Solo Kompol Adhytiawarman Gautama Putra mengatakan pengemudi mobil tidak mengenakan sabuk pengaman dan terpantau kamera pada akhir Maret lalu. "Kemudian sistem membaca data mobil tersebut," kata dia, Kamis (08/04/2021).
Dalam sistem, mobil Calya warna hitam dengan nomor polisi AS 8694 AS itu tercatat milik salah satu warga Gilingan. Polisi lantas mengirimkan surat tilang ke alamat yang bersangkutan melalui pos.
Sepekan kemudian, warga Gilingan itu melakukan konfirmasi ke polisi. Dia membantah melintas di Simpang Kerten pada saat hari kejadian. Warga tersebut juga menyatakan bahwa yang terpotret kamera ETLE itu bukan dirinya maupun keluarganya.
"Kesimpulan awal kami ada penggunaan plat nomor ganda," kata Adityawarman. Dia lantas menyebarkan informasi itu ke petugas di lapangan. Petugas diminta menghentikan mobil Calya warna hitam dengan nomor polisi AS 8694 AS jika melihatnya.
Gara-gara Tak Kenakan Sabuk Pengaman, Mobil Bodong Tertangkap Kamera ETLE (9307)
Mobil yang diduga bodong terekam kamera ETLE lantaran pengemudinya tidak mengenakan sabuk pengaman
Mobil itu kemudian terlacak melintas di ruas Jalan Transito, Laweyan. Petugas lantas mengejarnya dan berhasil menghentikannya. Saat pemeriksaan diketahui mobil itu dikemudikan oleh warga Sukoharjo bernama Sutrisno.
ADVERTISEMENT
"Kemudian kita melakukan pemeriksaan terhadap nomor rangka dan mesin mobil tersebut. Ternyata seharusnya plat nomor mobil tersebut AD 8693 US," jelasnya.
Selain plat nomor yang diduga diganti, polisi juga curiga dengan tulisan di STNK yang menunjukkan bekas ada penggantian. Apalagi, pemilik juga tidak bisa memperlihatkan BPKB kendaraan. Menurut Adhytiawarman, pemilik mengaku membeli mobil itu tanpa BPKB.
Selanjutnya, perkara ini dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Solo untuk melacak asal usul mobil tersebut.
(Agung Santoso)