WhatsApp Image 2022-05-12 at 19.59.00.jpeg

Kisah Gerry Prayudi, Pendiri Yayasan Sosial yang Bantu Ratusan Pasien Tak Mampu

12 Mei 2022 20:52
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kolase foto Gerry Prayudi dan beberapa pasien yang dibantu Yayasan Kita Peduli. FOTO: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kolase foto Gerry Prayudi dan beberapa pasien yang dibantu Yayasan Kita Peduli. FOTO: Dok Istimewa
ADVERTISEMENT
SOLO - Gerry Prayudi (29) pemuda asal Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, Solo ini patut menjadi inspirator kebaikan. Di usia yang relatif muda, ia sudah mendirikan sebuah yayasan sosial bernama Kita Peduli. Yayasan amal tersebut fokus membantu pasien anak yang berlatar belakang keluarga kurang mampu.
ADVERTISEMENT
Yayasan ini juga telah memiliki rumah singgah sederhana di Gang Mangga RT 02 RW 08, Kampung Petoran, Kelurahan/Kecamatan Jebres, Solo.
“Kami sudah menggalang dana dengan total Rp 3,5 miliar di kitabisa.com dan membantu lebih dari 100 keluarga yang memiliki anak sakit kanker secara finansial. Kami juga punya rumah singgah dengan kapasitas 8 keluarga pasien, di depan RSUD dr Moewardi Solo (RS terbesar di Solo dan jadi rujukan di Jawa Tengah),” terangnya.
Menurutnya, banyak dari beberapa pasien yang rumahnya jauh dari rumah sakit. Sedangkan pasien kanker tersebut harus rutin menjalani kemoterapi.
“Oleh karena itu kami menampung mereka semua. Biaya makan dan transportasi ke rumah sakit kami gratiskan. Kami juga meminjamkan tabung oksigen dan kursi roda gratis, kepada mereka yang membutuhkan,” imbuh Gerry.
Pasien dari keluarga kurang mampu yang dibantu Yayasan Kita Peduli. FOTO: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pasien dari keluarga kurang mampu yang dibantu Yayasan Kita Peduli. FOTO: Dok Istimewa
Pasien yang ditampung pun tidak hanya berasal dari Solo. Sekitar 70 % di antaranya justru berasal dari kota dan kabupaten lain di Jawa Tengah & Yogyakarta. Sisanya, berasal dari provinsi lain.
ADVERTISEMENT
Gerry mengungkapkan, kematian anggota keluarga akibat kanker mendorongnya mendirikan yayasan sosial dan membantu banyak orang.
“Keluarga saya banyak yang meninggal karena kanker. Nenek, kakak kandung dan lain-lain. Saya jadi terbiasa menjaga anggota keluarga yang sakit di rumah sakit,” tuturnya.
Tidak hanya anggota keluarga, Gerry pun bahkan didiagnosa menderita tumor kandung kemih pada 2019. Saat itu kabar tersebut sampai membuatnya jatuh pingsan.
Yayasan Kita Peduli rutin membagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu setiap minggu. FOTO: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Yayasan Kita Peduli rutin membagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu setiap minggu. FOTO: Dok Istimewa
"Tapi Puji Tuhan setelah 3 kali operasi, saya sembuh. Namun saya sempat sakit-sakitan selama setahun. Lalu di akhir 2020 saya mendirikan yayasan ini sebagai bentuk terima kasih saya kepada Tuhan atas kesembuhan saya. Selain itu agar hidup saya juga bisa membantu keluarga yang anaknya sakit kanker. Saya tahu betul rasanya sakit dan kehilangan orang karena sakit ini,” bebernya.
ADVERTISEMENT
Selain dapat membantu sekitar 100 keluarga pasien kanker secara finansial lewat penggalangan dana di kitabisa.com (memberi uang dan kebutuhan mereka seperti sembako), selama hampir 1,5 tahun Gerry dan tim juga telah membagikan lebih dari 500 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami juga memberi modal usaha kepada 15 orang. Salah satu pasien kami adalah kakek sebatang kara penjaga kuburan. Waktu sakit kami rawat dan sembuh. Kami bangunkan juga rumah yang layak untuk kakek ini.”
Ketika COVID-19 mencapai puncaknya pada Juli 2021, Gerry bersama tim Yayasan Kita Peduli juga meminjamkan 14 tabung oksigen secara gratis kepada masyarakat.
Pengurus Yayasan Kita Peduli. FOTO: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pengurus Yayasan Kita Peduli. FOTO: Dok Istimewa
“Ada juga 2 kursi roda yang bisa dipinjam. Rumah singgah kami juga sudah menampung sekitar 20 pasien yang keluar masuk,” terang Gerry.
ADVERTISEMENT
Kini Yayasan Kita Peduli terus berkarya dengan 8 pengurus, yang terdiri dari ketua yayasan, sekretaris, bendahara, sopir, perawat yayasan, tim survei dan pengurus rumah singgah.
“Saya sebagai pengusaha media, juga aktif memberikan edukasi ke masyarakat seputar pola hidup sehat dan penyakit-penyakit seperti kanker, HIV/AIDS dan lain-lain. Kegiatan kami bisa dicek di Instagram saya @gerryprayudi, khususnya di highlight story,” terang Gerry.
(Fernando Fitusia)
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten