News
·
13 Februari 2021 10:29

Kubu Paku Buwana XIII Jamin Tidak Ada Pengurungan di Keraton Solo

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Kubu Paku Buwana XIII Jamin Tidak Ada Pengurungan di Keraton Solo (55739)
Para kerabat berkumpul di depan Keraton Kasunanan Solo
SOLO-Kubu Paku Buwana XIII menjamin tidak ada peristiwa pengurungan kerabat di dalam kompleks Keraton Solo. Mereka justru menuding ada orang-orang yang memasuki keraton tanpa izin dan tidak bersedia keluar dari kompleks keraton.
ADVERTISEMENT
"Silahkan saja keluar kalau ingin keluar, tidak ada pengurungan," kata Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Solo, KRA Dani Adiningrat, Jum'at malam (12/02). Apalagi salah satu kerabat yang mengaku dikurung adalah GKR Timoer Rumbai yang merupakan putri Paku Buwana XIII.
Dani menceritakan peristiwa itu bermula saat Keraton Solo menerima tamu yang datang berkunjung. Tiba-tiba GKR Timoer bersama belasan orang memasuki areal pelataran keraton dengan maksud ikut menemui tamu.
Sebagian dari mereka memasuki kompleks keraton hingga ke areal Keputren dan tidak mau keluar dari tempat itu. "Kami sudah mencoba mediasi tapi mereka tidak mau keluar," katanya.
Dari belasan orang yang masuk ke kompleks keraton itu, lanjut Dani, hanya tinggal 5 orang yang masih berada di dalam. Selain GKR Timoer, ada pula GKR Wandansari yang merupakan adik kandung PB XIII. "Sedangkan yang lain bersedia keluar tanpa ada masalah," katanya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, GKR Timoer mengaku terkurung di dalam keraton. dia mengunggah kondisinya melalui akun Instagram @gkrtimoer dengan menuliskan keterangan "putri yang terkurung versi 2". Unggahan itu diposting GKR Timoer Rumbai pada Jum'at dini hari (12/02)
Dia memposting foto suasana luar keraton yang terlihat dijaga dengan ketat oleh Brimob. Dalam salah satu foto memperlihatkan kondisi mereka berada cukup gelap dan hanya diterangi oleh lilin. "Gelap gulita, mereka sengaja mematikan lampu," tulisnya.
Selama ini, GKR Timoer memang dikenal cukup dekat dengan kubu Lembaga Dewan Adat yang dipimpin oleh GKR Wandansari. Kubu itu berseberangan dengan kelompok PB XIII yang menjadi penguasa di keraton itu.
(Agung Santoso)