kumparan
17 Mei 2019 6:23 WIB

Mahasiswa UNS Buat Inovasi Plester Luka dari Kelapa Sawit

Pulosakti, plester luka ramah lingkungan karya mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. (Agung Santoso)
SOLO - Ada saja kreativitas dan inovasi dari dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini. Mereka adalah Alfiyatul Fithri dan Wahyu Puji Pamungkas yang membuat inovasi plester luka dari tandan kosong kelapa sawit dan ikan sidat, atau disingkat Pulosakti.
ADVERTISEMENT
"Saya dan tim memiliki inisiatif untuk mengubah tandan kosong kelapa sawit ini untuk dibuat plester luka, dengan tambahan zat albumin dari ikan sidat yang memiliki khasiat untuk menyembuhkan luka,” kata Fithri saat ditemui Bengawan News, Kamis (16/5).
Menurut Fithri, pemanfaatan kelapa sawit oleh masyarakat biasanya hanya diambil bagian isi dan tandannya dibiarkan begitu saja, sehingga menjadi limbah. Kedua mahasiswa UNS tersebut memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dasar pembuatan hidrogel yang dikombinasikan dengan kandungan albumin pada ikan sidat.
"Cara penggunaan Pulosakti sangat sederhana, hanya dengan menempelkan plester pada bagian luka. Sebelumnya jangan lupa bersihkan luka dengan air atau alkohol. Yang jelas, Pulosakti itu ramah lingkungan, tanpa bahan kimia berbahaya, dan mudah dilepas tanpa melukai kulit. Penyembuhan luka bisa lebih cepat," jelas Fithri.
Pulosakti telah melalui tahap pengujian dan hasilnya aman untuk digunakan. (Agung Santoso)
Penelitian yang dilakukan oleh Alfiyatul Fithri dan Wahyu Puji Pamungkas ini di bawah bimbingan dosen Dr.rer.nat. Maulidan Firdaus. Mereka mendapat pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) senilai Rp 20 juta. Selama 6 bulan melakukan penelitian, Pulosakti sudah melalui tahap pengujian dan hasilnya aman untuk digunakan.
ADVERTISEMENT
“Sudah ada produknya, bentuknya gel padat seperti plester luka yang biasa diperoleh di pasaran. Setelah proses penelitian selesai, produk ini sudah siap dipasarkan. Dan kami pun telah memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual untuk produk ini,” sambung Fithri. (Agung Santoso)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan