News
·
9 April 2021 15:40

Mandek Setahun, Purnomo Minta Gibran Cari CSR Pembangunan Masjid Sriwedari

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Mandek Setahun, Purnomo Minta Gibran Cari CSR Pembangunan Masjid Sriwedari (158405)
Gibran dan Purnomo meninjau pembangunan Masjid Sriwedari. Foto : Tara Wahyu
SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengunjungi perkembangan pembangunan Masjid Taman Sriwedari yang sudah satu tahun tidak dikerjakan. Dalam tinjauannya itu Gibran bertemu dengan panitia pembangunan masjid yakni Achmad Purnomo. Ia mengaku pembangunan masjid terhenti satu tahun karena terkendalan dana.
ADVERTISEMENT
"Kekurangan dana sekitar 160 Miliar," ujar Achmad Purnomo (9/4/2021).
Pembangunan Masjid tersebut terhenti sejak April 2020 hingga saat ini. Menurutnya, pembangunan masjid yang dimulai pada tahun 2018 itu sudah mencapai 85 persen. Dengan kehadiran Gibran yang meninjau pembangunan masjid tersebut, diharapkan mampu memberikan support terutama bantuan CSR.
"Pak Wali tadi berjanji bersama-sama kita keliling mencari CSR, targetnya sebelum masjid Gilingan selesai ini sudah selesai dahulu," tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengingatkan masyarakat agar bersabar lantaran dana untuk pembangunan menggunakan dana CSR bukan APBD.
Mandek Setahun, Purnomo Minta Gibran Cari CSR Pembangunan Masjid Sriwedari (158406)
Gibran dan Purnomo meninjau pembangunan Masjid Sriwedari. Foto : Tara Wahyu
"Ini tinggal finishing saja, jadi harapan bisa segera diselesaikan," kata Gibran.
Gibran mengaku akan membantu untuk mencarikan CSR, ia juga berpesan agar Pak Pur aktif dalam mencari CSR. Meski begitu, Gibran mengaku sudah ada perseorangan yang mengajukan.
ADVERTISEMENT
"Ada perorangan, tapi kekurangan masih banyak jadi kita carikan lagi nanti," katanya.
Masjid Taman Sriwedari sendiri mulai dibangun pada Senin 5 Februari 2018. Rencananya masjid tersebut dapat menampung 7 ribu jamaah. Desain Masjid Sriwedari mengadopsi konsep jawa klasik dengan ruangan terbuka hijau dilengkapi lima menara dan salah satu menaranya setinggi 144 meter.
(Tara Wahyu)