Food & Travel
·
16 November 2020 11:40

Mie Medsos 'TikTok' Ramah di Kantong Mahasiswa

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Mie Medsos 'TikTok' Ramah di Kantong Mahasiswa  (139646)
Media sosial aplikasi TikTok menjadi inspirasi nama kuliner mie. Sedangkan, hal ini menjadi inspirasi pengusaha kuliner asal Kota Solo, Puspo Wardoyo
SOLO - Usaha kuliner di masa pandemi terus merangkak sekaligus melakukan terobosan. Kali ini, media sosial (medsos) aplikasi TikTok menjadi inspirasi nama kuliner mie. Sedangkan, hal ini menjadi inspirasi pengusaha kuliner asal Kota Solo, Puspo Wardoyo.
ADVERTISEMENT
"Semua usaha dijalani, kalau mie ini terinspirasi dari aplikasi TikTok dan sajian di gerobak panjang itu, seperti di Singapura, konsumen mengambil sendiri," ujarnya.
Mie Medsos 'TikTok' Ramah di Kantong Mahasiswa  (139647)
Selain rasanya enak, mie ini juga ramah di kantong mahasiswa, hanya sekitar Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per porsinya
Sebenarnya kuliner mie yang dinamakan Mie TikTok ini biasa disajikan untuk makan bersama. Puspo kembali mengatakan bahwa dirinya selalu mengajak makan bersama wartawan di rumah tinggalnya di kawasan Gonilan, Sukoharjo. Sejumlah menu disajikan, satu menu Mie TikTok menjadi sajian menyantap para warga bersamanya.
"Ini menu biasa saya gunakan untuk menyajikan buat warga. Mie ini masih uji coba. Yang jelas, dengan sederhana tapi saya berusaha menembus pasar di Gresik," jelasnya.
Mie Medsos 'TikTok' Ramah di Kantong Mahasiswa  (139648)
Sajian Mie Tik Tok ini, konsumen bisa memilih sendiri, mie beserta menu pelengkapnya
Sajian Mie TikTok ini, konsumen bisa memilih sendiri, mie beserta menu pelengkapnya semacam bakso. Kemudian merebus sendiri dengan peralatan yang bisa disiapkan di atas rebusan air sehingga tinggal taruh dan merebus.
ADVERTISEMENT
Selain itu, sajian Mie TikTok juga bisa ditemukan sekitar kampus di wilayah Gonilan, Sukoharjo. Harganya sesuai kantong mahasiswa, sekitar Rp 6.000 hingga Rp 7.000.
Mie Medsos 'TikTok' Ramah di Kantong Mahasiswa  (139649)
Sajian Mie Tik Tok juga bisa ditemukan sekitar kampus di wilayah Gonilan, Sukoharjo
"Kenapa memilih Gresik karena perputaran ekonomi stabil, banyak orang bekerja di sana. Bahkan lebih fokus perputaran ekonomi," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hartanto dan Kalik yang datang mencicipi mengaku segar yang sajiannya mie dan bakso. (Agung Santoso)