kumparan
17 Sep 2019 2:35 WIB

Mobil Listrik Karya Mahasiswa UMS Ikuti Kompetisi Kontes Mobil

Peluncuran mobil listrik tersebut dilakukan di lobi gedung Siti Walidah UMS Sekaligus Mobil protype Bayu Surya, Trisula dan Ababil. (Agung Santoso)
SUKOHARJO - Mobil listrik karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jawa Tengah diluncurkan di arena kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019. Karya mahasiswa Fakultas Teknik ini diberi nama UEV-15 Trisula dan Ababil Evo II yang akan bersaing dengan mobil listrik lain dalam kontes mobil. Hal ini dikatakan Wakil Rektor III UMS, Taufik Kasturi di Lobi Gedung Siti Walidah UMS, Senin (16/09).
ADVERTISEMENT
"Harapannya bisa memberikan yang terbaik untuk UMS meskipun bersaing dengan Universitas ternama," kata Taufik.
Dia mengatakan Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) dan dilaksanakan di Universitas Negeri Malang pada tanggal 24-28 September 2019 di Sirkuit JSI, Kota Malang, Jawa Timur. Selain mengirimkan 2 mobil listrik dari tim organisasi Electric Car Research Center (ECRC), UMS juga mengirimkan satu mobil berbahan bakar gasoline yang diberi nama Bayu Surya Proto UM 0.0. Dalam kompetisi itu, tim UMS mengikuti kelas Urban Concept dan kelas Prototype.
"Untuk kelas Urban Concept, mobil didesain sesuai dengan kendaraan pada umumnya dengan menggunakan empat roda, " jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pembimbing Tim UMS, M Al Fatih Hendrawan menambahkan, Prototype adalah kendaraan masa depan dengan desain khusus yang memaksimalkan aspek aerodinamika. Dalam kontes tersebut bahan bakar yang diperbolehkan adalah gasoline, diesel, ethanol dan listrik.
ADVERTISEMENT
"Saat ini kita optimalkan untuk kecepatan melalui cara driving. Karena yang jadi inti adalah di transmisi selain engine dan cara menyetir," jelas M Al Fatih Hendrawan.
Lebih lanjut Fatih mengatakan untuk mobil Trisula kelas urban listrik memiliki spesifikasi baterai Li-Ion 17,5 AH 48 Volt. Dengan mesin penggerak atau drivetrain, brushless direct current motor 1000 watt. Sedangkan kecepatan mencapai 55 km/jam, 600 rpm serta waktu yang digunakan untuk pengisian baterai selama 8,75 jam.
"Sedangkan untuk tipe Prototipe menggunakan baterai Li-Ion 8,7 AH 48 Volt," jelasnya lagi.
Untuk mesin menggunakan brushless direct current Motor 350 watt, over power watt > 1000 watt. Kecepatan mencapai 40 km/jam dan waktu pengisian baterai membutuhkan waktu 4,35 jam.
ADVERTISEMENT
Sedangkan ketua tim mobil Bayu Surya, Bejo Aji Agus Saputro mengatakan kalau mobil Bayu Surya digunakan untuk kategori prototipe gasiline dengan bahan bakar gasoline dan menggunakan mesin ignition spark 115cc. Mobil dengan berat 95 kg tersebut menggunakan body dengan bahan fiberglass composite.
"Untuk mobil Bayu Surya kami memaksimalkan kinerja mobil 300 km per liter. Saat test drive kecepatan mencapai 200 km per liter. Saingan terberat kami dari ITS, UI dan Gunadarma. Dalam kompetisi nanti penilaian untuk efisiensi bahan bakar," ujarnya.
Ketua tim mobil Trisula, Ibnu Shokhibul Khak, menargetkan bisa masuk 10 besar dalam kompetisi tersebut. UMS termasuk pendatang baru dalam kelas urban. Sedangkan ketua tim mobil Ababil, Agus Arif Setyono juga mengatakan bahwa mobil Ababil EVO II ditargetkan masuk 7 besar.
ADVERTISEMENT
(Agung Santoso)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan