kumparan
5 Desember 2019 8:02

10 Tahun Buron, Terdakwa Korupsi Balai Pustaka Tertangkap

Untitled-1.jpg
Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukoharjo saat ditemui media. (Agung Santoso)
SUKOHARJO - Buronan kasus korupsi Buku Paket Ajar PT Balai Pustaka tahun 2003-2004, Murod Irawan (53) yang melibatkan pejabat berhasil ditangkap oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukoharjo, Selasa (03/12) sore. Hal ini disampaikan Kepala Kejari Sukoharjo, Tatang Volleyantono, Rabu (4/12).
ADVERTISEMENT
“Kami mendapat informasi kalau yang bersangkutan ada di Solo. Yang bersangkutan check in di sebuah hotel. Koordinasi dengan Kejari Solo dan Polresta Solo, akhirnya berhasil mengamankan Murod,” kata Kepala Kejari Sukoharjo.
Terpidana warga Jakarta Selatan ini dieksekusi tanpa perlawanan setelah buron sejak diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo 2009 silam. Penangkapan merupakan keberhasilan dari jaringan program Adyaksa Monitoring Centre, yang terhubung secara nasional. Yakni program untuk melacak DPO (Daftar Pencarian Orang) dari indentitas yang terpantau secara online.
"Selama ini yang bersangkutan masih menjalankan bisnisnya di Jakarta, Solo dan Semarang. Dia punya bisnis properti di Semarang dengan nama PT Dewa Mata Angin,” sebut Tatang.
Untuk mengelabuhi petugas, Murod sempat beberapa kali berganti identitas yaitu, Iwan Suwardana dan Iwan Talib. Bahkan menurut informasi, dia punya empat istri yang satu diantaranya berada di Kota Solo.
ADVERTISEMENT
Peran Murod ketika menjadi terdakwa, dia sudah menjadi buronan sehingga sidang digelar secara in absentia. Artinya, sidang tanpa kehadiran terdakwa. Namun secara hukum dalam kasus tindak pidana korupsi ini maka vonis putusan dianggap sah dan mengikat.
"Sesuai surat putusan nomor 130/pid-b/2008/PNSKH tanggal 13 Februari 2009, sudah inkracht,” tegas Tatang.
Murod Irawan dinyatakan telah melanggar Pasal 2 UU nomor 31 tahun 1991 tentang tindak pidana korupsi. Vonisnya, hukuman 8 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara dan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 3 milyar.
"Yang bersangkutan dalam kasus ini bertindak seperti makelar proyek. Semula mengaku karyawan PT Balai Pustaka, tapi ternyata dia adalah Direktur PT Putra Insan Pramudita," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Diketahui, dalam kasus ini sedikitnya ada empat pelaku yang terlibat di Sukoharjo yakni, Murod Irawan sebagai terdakwa utama. Lainnya yakni Teddy Kusnadi (vonis 1 tahun), Sri Mulyono (vonis 4 tahun) dan Bambang Margono (vonis 1 tahun).
(Agung Santoso)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan