News
·
3 November 2020 18:52

Peci Restu Habib HM Kepada Gibran Rakabuming

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Peci Restu Habib HM Kepada Gibran Rakabuming (315790)
Habib HM memberikan pecinya kepada Gibran dalam deklarasi pendukung berat Gibran-Teguh, Senin (02/11). Gibran mengaku tersanjung setelah peci ini biasa digunakan Habib pada aksi kemanusiaan
SOLO - Habib Hasan Mulachela memberikan pecinya kepada Gibran Rakabuming Raka dalam deklarasi pendukung berat Gibran-Teguh, Senin (02/11).
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, putra sulung Presiden Jokowi ini mengaku tersanjung setelah peci ini biasa digunakan Habib pada aksi kemanusiaan. Selanjutnya, Gibran mengatakan diharapkan banyak lagi masyarakat seperti Habib terdorong membantu sesama.
"Memang di saat ini perlu dan kita saling membantu serta gotong-royong untuk warga Kota Solo," ujarnya.
Dalam deklarasi yang digelar di rumah Habib di kawasan Pasar Kliwon, Gibran mengatakan bahwa mendapat dukungan warga. Mereka ini mengatasnamakan pendukung berat Gibran-Teguh. Dengan demikian, ke depannya dukungan doa segenap warga Kota Solo bisa mengalir sehingga mengutip pesan Habib yakni tetap menjaga protokol kesehatan dalam kampanye.
"Mengumpulkan massa, konvoi di jalan, kampanye akbar di jalan itu tidak boleh lagi. Dan sekarang pertemuan dibatasi orangnya sehingga memperbanyak pertemuan daring. Yang terpenting kesehatan nomor satu," jelasnya.
Peci Restu Habib HM Kepada Gibran Rakabuming (315791)
Dalam deklarasi ini juga ada pemberian lukisan dari keluarga Habib Hasan Mulachela kepada Gibran Rakabuming Raka
Restu Orang Tua dan Habib HM
ADVERTISEMENT
Dalam persiapannya dalam debat tanggal 6 November, Gibran mengatakan sudah melakukan pendalaman materi sehingga mohon doanya, semoga semua lancar. Tentang simulasi persiapan debat menurutnya sudah dilakukan dengan beberapa akademisi hingga tokoh budaya.
Materinya terkait tiga tema di antaranya tentang pandemi COVID-19. Dia juga melakukan pendalam materi dari masalah kemacetan, sampah, dan lain sebagainya. Tentang kesiapan berikutnya yakni orang tua, Gibran mengatakan biasanya Bapaknya, Presiden Joko Widodo dimenit akhir atau akhir batas waktu sebelum tahapan Pilkada 2020 di Kota Solo berlangsung.
"Biasanya Bapaknya itu menelepon di menit-menit terakhir. Lihat saja, bagaimana. Kalau Ibu lebih banyak mendoakan," ucapnya.
Sedangkan makna pemberian peci putih, Habib Hasan Mulachela mengatakan restu dan mudah-mudahan bisa menjadi Wali Kota Solo terbaik. Kemudian meneruskan cita-cita Presiden Jokowi yang tak lain Bapaknya. Setidaknya, ketika Presiden Joko Widodo waktu mencalonkan menjadi Wali Kota Solo, maka Gibran bisa mengikuti jejaknya.
ADVERTISEMENT
"Sekarang dia (Joko Widodo- read) sudah internasional. Waktu dulu kampanye wali kota Bapaknya punya konsep bagus. Sedangkan putranya, Mas Gibran dalam pidato sudah kelihatan mantap dan mateng," jelas Hasan yang sejak awal mengantarkan Gibran mendaftar diri mencalonkan diri sebagai wali kota ke DPP PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah.
Tentang deklarasi ini, Habib mengatakan, ini keinginan kelompok masyarakat dikenalnya dan mereka mendukung dengan mengadakan deklarasi dengan dihadiri Gibran Rakabuming Raka, Calon Wali Kota Solo.
Dengan masa pandemi, maka mereka bisa kampanye di sekitar keluarga dengan handphone, maupun video. Bahkan dia dalam berbagi mensosialiasi pencalonan pasangan Gibran-Teguh ke masyarakat. Dengan berbagi secara mandiri, maka diharapkan Gibran Rakabuming Raka dalam berbagi sepertinya door to door serta seperti Presiden Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
Kemudian dalam deklarasi pemberian lukisan dari keluarga Habib Hasan Mulachela kepada Gibran Rakabuming Raka. Dan sebelumnya, Gibran berinteraksi tanya jawab dari destinasi wisata dari tradisional seperti rempah-rempah dengan pemanfaatannya dan penyelamatan olahraga.
Bahkan event Piala Dunia U-21 tahun 2021 digelar di Kota Solo menjadi daya tarik wisata sendiri dan memutar ekonomi, sehingga segala sektor mendapat rezeki dalam event tersebut, sekaligus mengembangkan Kota Solo yang seksi karena mudahnya akses dari jalan, bandara, stasiun, dan terminal. (Agung Santoso)