News
·
11 Juni 2021 19:04
·
waktu baca 1 menit

Pemkot Solo Larang Pedagang Tidak Resmi di Alun-alun Utara Solo

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Pemkot Solo Larang Pedagang Tidak Resmi di Alun-alun Utara Solo (40570)
Petugas melakukan tes swab acak terhadap para pedagang tidak resmi di sekitar Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Solo, Kamis (10/06/2021)
SOLO-Pemerintah Kota Solo memutuskan untuk melarang para pedagang tidak resmi yang berjualan di sekitaran parkiran Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Solo. Larangan ini sebagai dampak ditemukannya 5 pedagang yang positif COVID-19.
ADVERTISEMENT
Para pedagang itu datang dari luar kota dan menggunakan mobilnya sebagai lapak untuk berjualan. Mereka rutin datang ke Alun-alun Utara Keraton Solo setiap Senin dan Kamis.
"Mereka tidak diperbolehkan berjualan sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, Jum'at (11/06/2021).
Apalagi, para pedagang tersebut semua berasal dari luar kota, seperti Pekalongan, Jepara dan Kudus. Gibran mengaku harus bertindak tegas untuk mengantisipasi adanya penularan COVID-19 dari daerah-daerah yang berstatus zona merah.
Sebenarnya, aktivitas pedagang tidak resmi itu sudah banyak dikeluhkan oleh para pedagang di Pasar Klewer. Menurut Gibran, Pemkot Solo sebenarnya juga sudah sering menertibkan pedagang yang menggelar lapak di parkiran itu.
"Sudah kami tertibkan tapi mereka tetap colong-colongan terus," kata Gibran Rakabuming.
ADVERTISEMENT
Dinas Perdagangan Kota Solo mencatat terdapat sekitar 700 pedagang tidak resmi yang berjualan di sekitar alun-alun. Mereka biasa menggelar lapaknya tiap Senin dan Kamis.
Pedagang dari Kudus biasanya berjualan di tempat tersebut pada Senin. Sedangkan pada Hari Kamis giliran para pedagang dari Pekalongan dan Jepara.
Pada Kamis (10/06/2021), Dinas Kesehatan Kota Solo melakukan tes swab acak terhadap 55 pedagang di alun-alun. Hasilnya, 5 pedagang diketahui positif COVID-19 sehingga harus dibawa ke Asrama Haji Donohudan untuk menjalani isolasi.
(Tara Wahyu)