Santri Asal DKI Jakarta Sempat Grogi Sebelum Raih Juara Pidato Pospenas IX

Konten Media Partner
25 November 2022 20:21
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Santri asal DKI Jakarta, Mikail Faila Isbach, menerima hadiah usai menjuarai lomba pidato Bahasa Inggris di MAN 2 Solo, Jumat (25/11/2022). FOTO: Agung Santoso
zoom-in-whitePerbesar
Santri asal DKI Jakarta, Mikail Faila Isbach, menerima hadiah usai menjuarai lomba pidato Bahasa Inggris di MAN 2 Solo, Jumat (25/11/2022). FOTO: Agung Santoso
ADVERTISEMENT
SOLO - Santri asal DKI Jakarta, Mikail Faila Isbach, menjuarai lomba pidato Bahasa Inggris kategori putra dalam Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) IX Tahun 2022 di Solo. Dalam babak final di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Solo, Jumat (25/11/2022), Mikail mengungguli 6 santri finalis lain wakil sejumlah provinsi peserta Pospenas IX.
ADVERTISEMENT
“Sempat grogi saat tampil dalam babak final. Ada pertanyaan dari juri yang tidak dapat dijawab,” tuturnya.
Selain berpidato, lanjut Mikail, para peserta memang diwajibkan menjawab pertanyaan juri seputar materi pidato yang mereka bawakan sebelumnya.
Alhamdulillah untungnya dapat pertolongan dari Allah SWT. Akhirnya dapat juara 1. Alhamdulillah senang banget.”
Dalam babak final, Mikail meraih poin 1.315 dan dinyatakan juri sebagai juara pertama. Meski demikian skor yang diperolehnya tidak terpaut jauh dari juara 2 dan 3.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Mikail menilai, lomba pidato tersebut sangat bermanfaat bagi santri. Sebab sertifikat lomba dapat dijadikan bekal mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Banyak potensi yang dimiliki santri juga bisa diwadahi melalui Pospenas ini,” terang dia.
Juri lomba, Musahadi, mengatakan jika peserta terkesan sudah menyiapkan diri sebelum mengikuti lomba pidato itu.
ADVERTISEMENT
“Kendati begitu, karakteristik pesantren harus tetap mewarnai ajang Pospenas. Bagaimana tradisi pesantren mewarnai pidato-pidato itu. Misal saat berpidato dalam Bahasa Inggris, membaca hadis dan Al-Qur'an tetap harus proper,” terangnya.
Menurut dia, kecakapan berpidato dalam Bahasa Inggris dapat memudahkan penyebaran ajaran Islam ke penjuru dunia.
(Agung Santoso)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·