News
·
25 November 2020 20:48

Serikat Pekerja Pegadaian Tolak akan Adanya Pencaplokan oleh PT BRI

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Serikat Pekerja Pegadaian Tolak akan Adanya Pencaplokan oleh PT BRI (84098)
Musyawarah Nasional yang diadakan oleh Serikat Pekerja Pegadaian telah terselenggara di Best Western Hotel, Solo Baru, Rabu (25/11)
SOLO - Merasa resah dengan pemberitaan yang ada di salah satu media massa nasional mengenai pegadaian yang akan dicaplok oleh PT Bank Rakyat Indonesia. Serikat Pekerja Pegadaian, Rabu (25/11) sepakat menyatakan sikap untuk menolak hal tersebut.
ADVERTISEMENT
Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Pegadaian Terpilih Periode 2020-2024, Ketut Suhardiono, ditemui di Best Western Hotel, Solo Baru di sela-sela Musyawarah Nasional.
"Ini kebetulan kami berkumpul dari Perwakilan DPD Serikat Pekerja Pegadaian Seluruh Indonesia. Dengan pemberitaan mengenai akan adanya pencaplokan pegadaian oleh BRI telah menimbulkan keresahan-keresahan bagi seluruh insan pegadaian. Maka dari itu, kami seluruh karyawan PT Pegadaian melalui serikat pekerja menyatakan menolak akan adanya pencaplokan tersebut," jelas Ketut.
Serikat Pekerja Pegadaian Tolak akan Adanya Pencaplokan oleh PT BRI (84099)
Serikat Pekerja Pegadaian menolak adanya pencaplokan oleh PT BRI yang telah menimbulkan keresahan-keresahan bagi seluruh insan pegadaian
Ditambahkan Ketut bahwa pegadaian menurutnya sudah cukup eksis sejak tahun 1901. Selain itu pihaknya menilai pegadaian adalah perusahaan yang sehat.
"Kalau kami berpandangan pegadaian itu kan perusahaan yang sehat. Tidak pernah merugikan pemerintah. Dari lubuk hati kami kenapa kami dicaplok, kita perusahaan sehat kok dicaplok," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Setelah mendapatkan mandat dari kawan-kawan pegadaian. Langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh Serikat Pekerja Pegadaian adalah mendiskusikannya dengan Direksi kemudian mengomunikasikan kepada Kementerian.
"Ini kami baru menyikapi pemberitaan dari koran, keresahan teman-teman. Setelah musyawarah nasional ini selesai, barulah kami akan sounding ke Kementerian," tutupnya. (Fernando Fitusia)