Pencarian populer

Video: Kisah Suparno, Difabel Pemilik Usaha Pembuatan Korset di Solo

Video
SOLO - Suparno, warga yang tinggal di Rusunawa Kerkop Doksari, Jebres, Solo, adalah seorang penyandang tunadaksa (cacat fisik) yang menekuni usaha pembuatan korset. Ia sudah menekuni usaha ini sejak tahun 2015. Sebelum menekuni usaha pembuatan korset, Suparno bekerja menjadi tukang tambal ban dan penjahit.
ADVERTISEMENT
Meskipun memiliki keterbatasan fisik setelah kehilangan sebelah telapak kakinya akibat kecelakaan kereta api semasa kecil, Suparno tetap gigih berusaha untuk menghidupi keluarganya.
Dalam sehari, Suparno bisa memproduksi 10 buah korset. Bahan utama pembuatan korset karya Suparno adalah plastik, kain, perekat, dan juga busa. Suparno biasa memasarkan korset buatannya ke rumah sakit dan juga melalui sales. Korset produksi Suparno ini sudah pernah dipasarkan sampai ke Madiun, Sragen, Klaten, Solo, Karanganyar, bahkan sampai ke Medan.
Harga korset buatan Suparno mulai dari Rp 75.000 - Rp 90.000. Korset yang dibuat Suparno terdiri dari 3 jenis, yaitu korset kotangan, korset oval, sama korset biasa. Korset ini biasa digunakan rumah sakit untuk penyangga dan melindungi tulang yang retak, menangani bekas operasi, dan juga hernia. (Fernando Fitusia)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86