• 0

"Lerby Sering Dihujat, Tetapi Dia Selalu Bisa Membuktikan Diri"

"Lerby Sering Dihujat, Tetapi Dia Selalu Bisa Membuktikan Diri"


Final Piala AFF 2016

Lerby Eliandry (duduk) tengah dibangunkan oleh pemain Thailand pascalaga final Piala AFF 2016. (Foto: AFF)
Mengenal bomber timnas ini melalui perbincangan kumparan dengan sang kekasih.
"Dia hanya menjadikan hujatan-hujatan itu sebagai motivasi. Walau memang mentalnya juga sempat down, tapi motivasi-motivasi dari orang-orang terdekatnya kembali membuatnya semangat."
Siang itu, satu hari sebelum laga final leg kedua Piala AFF 2016 berlangsung di Stadion Rajamangala, Bangkok, kumparan mendapat kesempatan mengobrol langsung dengan Risma Syahrozad, kekasih dari bomber Timnas Indonesia, Lerby Eliandry. 
Perempuan asal Depok itu pun bercerita bagaimana perjalanan karier sang kekasih, soal bagaimana sang bomber mendapat panggilan Timnas untuk pertama kali, hingga bagaimana Lerby berhasil membuktikan diri setelah banyak mendapat hujatan.

Risma Syahrozad

Risma, kekasih Lerby Eliandry, ketika ditemui kumparan di Bangkok. (Foto: Bergas Agung)

***
Sebelum namanya dipanggil Alfred Riedl untuk masuk dalam skuat Tim Nasional Indonesia guna menghadapi Piala AFF 2016, tak banyak yang mengenal nama Lerby Eliandry. Kariernya memang tak terlalu bersinar, pun klub-klub yang dibelanya bukanlah klub-klub dengan nama besar. Karenanya ia jarang mendapat sorotan.
Lerby, memulai karier bersama klub tanah kelahirannya, Persisam Putra Samarinda, sejak tahun 2013. Namun, bersama Persisam, Lerby jarang mendapat kesempatan bermain. Hal itu dapat dimaklumi, mengingat kala itu "Pesut Mahakam' memiliki duo pemain asing yang selalu menjadi andalan di lini depan, Osas Saha dan Anoure Obiora. Selain itu, Lerby juga kalah bersaing dengan bomber lokal lain, Ferdinand Sinaga dan Aldeir Makatindu.
Total hanya tiga gol yang dilesakannya dari dua musim berseragam oranye. Tetapi, walau jarang diberikan kesempatan bermain, Lerby tak patah semangat. Dirinya terus bertahan di Persisam. Pun ketika "Pesut Mahakam" berganti nama menjadi Bali United dan berpindah markas dari Samarinda ke Gianyar, Lerby tetap setia. Dan perlahan, kesetiaannya itu terbayar. 
Setelah klub berganti nama menjadi Bali United, nasibnya menjadi lebih baik. Pria kelahiran 21 November 1991 itu perlahan-lahan mulai mendapat kesempatan karena pihak pelatih dan manajemen kala itu memang lebih mengedepankan talenta-talenta lokal. Lerby tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Pada ajang Liga Indonesia (QNB League) 2015, Lerby mampu menunjukkan performa baik. Dalam tiga penampilan, dirinya berhasil mencetak tiga gol. Tak pelak kala itu dirinya masuk ke dalam daftar top-skorer, bersama nama-nama tenar lain seperti Bambang Pamungkas. Namun, kompetisi tersebut dihentikan di tengah jalan.
Perjalanan Lerby bersama Bali United pun hanya berlanjut dari satu turnamen ke turnamen lain. Di situlah ia sempat mendapat ujian. Ketika keran golnya mandek, Lerby banyak mendapat cemoohan dari kelompok suporter. Mereka, para suporter itu, meniai bahwa sebagai bomber utama, Lerby semestinya selalu mencetak gol.
Sampai-sampai, menurut Risma sang kekasih, mental sang bomber jatuh. "Sebenarnya hujatan dari Lerby sudah banyak sejak di Bali United. Saat itu banyak suporter yang menyerukan 'Lerby out, Lerby out' karena dia belum cetak gol. Kebetulan pada waktu itu dia jadi andalan pelatih karena Bali United gak pakai pemain asing."

Lerby Eliandry

Lerby dalam pertandingan bersama PBFC di ajang ISC A (Foto: PT GTS/ ISC A)

Satu tahun menjalani musim bersama Bali United, pada awal tahun 2016, Lerby memutuskan pulang kampung untuk bergabung dengan klub asal Samarinda lain, Pusamania Borneo FC (PBFC). Bersama PBFC ini, karier Lerby juga tak langsung mulus. Karena sulit bersaing dengan bomber asing yang menjadi saingannya, ia kesulitan membuktikan performa terbaik kala berlaga di ajang Piala Gubernur Kaltim maupun di awal-awal musim Indonesia Soccer Championship (ISC) A.
"Di PBFC ini juga awal-awalnya perjalanan Lerby susah. Karena dia harus bersaing dengan pemain asing, jadi waktu bermainnya nggak banyak. Tapi perlahan-lahan dia dikasih main dan bisa cetak banyak gol," ujar Risma kepada kumparan.
Tapi, selayaknya perjalanan yang telah dilalui sebelum-sebelumnya, menurut Risma, Lerby tak pernah menyerah dan selalu mampu membuktikan diri. Hasilnya, di kompetisi ISC A pada 2016 ini, Lerby mampu menjadi pilihan utama "Pesut Etam". "Dia selalu bisa buktiin dengan kerja keras di lapangan," tegas Risma.
Berkat penampilan gemilangnya, Lerby dilirik Riedl untuk mengikuti seleksi guna menghadapi Piala AFF 2016. Lagi-lagi, pada awal-awal pemanggilannya ke "Skuat Garuda", alumni pemain Tim Provinsi Kalimantan Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 itu mendapat cemoohan. Banyak pihak yang menganggap Lerby sebagai pemain titipan. Apalagi kala itu banyak nama-nama senior yang tak dipanggil Riedl. 

Timnas Indonesia

Lerby Eliandry (tengah) sedang berlatih bersama kedua rekannya sebelum final leg kedua Piala AFF 2016. (Foto: AFF)

"Pertama kali masuk Timnas pun Lerby harus bekerja keras karena saingan-saingannya di lini depan adalah senior-senior. Dia cerita ke saya soal itu," curhat Risma.
Tapi, memang Lerby mujur. Dia melalui seleksi dengan baik dan Riedl, terlanjur terpincut dengan permainannya. Lerby terus berada dalam skuat Timnas dan tak pernah diparkir sekalipun. Dirinya pun melakoni debut dalam laga uji tanding menghadapi Malaysia, 6 September 2016.
Dua bulan berselang, usaha dan perjuangan Lerby benar-benar terbayar. Namanya masuk dalam daftar 23 pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2016. Bahkan sebelumnya, anak pertama dari dua bersaudara itu telah menjalani debut sebagai starter di Timnas kala melakoni latih tanding menghadapi Myanmar, beberapa hari sebelum gelaran Piala AFF 2016 berlangsung.
Lalu, pada malam 19 Desember 2016, ketika Indonesia bertanding melawan Thailand, Lerby unjuk gigi lagi. Dari sisi kanan, Benny Wahyudi melepaskan umpan silang ke arah kotak penalti Thailand. Di dalam kotak, sudah menunggu Lerby yang langsung menyundul bola itu dengan deras ke pojok kanan gawang. Kawin Thamsatchanan, penjaga gawang Thailand, tak mampu menghalau bola tersebut. Gol untuk Indonesia. 

Timnas Indonesia

Pemain Timnas Indonesia sedang merayakan gol atas Thailand di babak grup Piala AFF 2016. (Foto: AFF)
Gol itu, perlu diketahui, adalah gol debut Lerby untuk Timnas Indonesia. Memang bukan gol kemenangan, tapi gol itu akan selalu diingat olehnya, dan oleh Risma sang kekasih. Risma pun menyebutkan jika gol itu adalah puncak pembuktian dari seluruh tanggapan miring yang mengarah kepada sang pujaan hati.
"Tapi dengan gol pertama lawan Thailand itu dia berhasil buktiin. Walau cuma satu gol tapi dia mampu berkontribusi untuk tim," ungkapnya.
***
Di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, satu hari setelah final leg kedua Piala AFF 2016, kumparan menemui Lerby yang tengah menunggu boarding. Setelah perjuangan begitu panjang yang telah dilaluinya, setelah mimpi menjadi pemain Timnas Indonesia dan bahkan bisa mencetak gol telah terwujud, satu harapan dipanjatkannya: "Saya selalu bersyukur. Semoga apa yang sudah dilakukan ini bisa menjadi motivasi bagi saya untuk bisa lebih baik ke depannya."

Sepak BolaPiala AFF 2016Timnas IndonesiaSports

500

Baca Lainnya