• 1

Enam Pemain Muda Terbaik ISC A 2016

Enam Pemain Muda Terbaik ISC A 2016



Febri Hariyadi

Febri Hariyadi sedang beraksi bersama Persib dalam laga menghadapi Persegres Gresik United. (Foto: PT GTS/ISC A)
Samsul Arif melepaskan sebuah umpan silang mendatar ke arah kotak penalti Persegres Gresik United. Umpan itu berhasil ditepis oleh kiper Persegres, Dimas Galih Pratama. Tapi sayang, tepisan dari sang kiper tidak sempurna. Bola justru mengarah ke salah satu pemain Persib Bandung. Pemain itu mampu mengecoh dua pemain belakang lawan dan kemudian melepaskan tembakan ke arah gawang. Gol untuk Persib.
***
Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 memang bukanlah kompetisi resmi. Tapi peran kompetisi yang dioperatori oleh PT Gelora Trisula Semesta (GTS) itu cukup baik untuk perkembangan para pemain muda. Buktinya, beberapa nama pemain berusia di bawah 23 tahun berhasil mencuri perhatian dengan tampil menawan. 
Febri Hariyadi, pemain yang mencetak gol untuk Persib di laga kontra Persegres itu adalah salah satunya. Memang, jadwal kompetisi yang begitu padat dan terkadang tak manusiawi membuat banyak pemain kelelahan dan bahkan sampai menderita cedera. Karenanya, setiap klub mau tidak mau menggunakan para pemain muda sebagai alternatif. Beruntung, beberapa di antara mereka yang diberi kepercayaan tampil tak mengecewakan.
Kumparan mencoba memberikan enam nama pemain muda yang dalam kompetisi ISC A mampu membuktikan diri dan bisa tampil gemilang. Berikut daftarnya:
Teja Paku Alam (Sriwijaya FC)
Ketika Ferry Rotinsulu memutuskan meninggalkan Sriwijaya FC pada tahun 2013, publik Palembang hingga Sumatera Selatan khawatir akan gawang tim kesayangannya. Pasalnya, kehebatan kiper yang khas dengan nomor 12 itu telah melegenda betul bagi para pendukung "Laskar Wong Kito". Beruntung, tiga tahun berselang, Sriwijaya FC telah menemukan penggantinya, dalam diri Teja Paku Alam.
Perlu diketahui, pada kompetisi ISC A 2016 inilah Teja mendapat kesempatan sebagai kiper utama Sriwijaya FC. Dan kepercayaan dari sang pelatih, Widodo Cahyono Putro, benar-benar tak disia-siakannya. Teja tampil baik mengawal gawang "Laskar Wong Kito". Bahkan dari lima penampilan perdananya, gawang Teja hanya kebobolan satu gol. Itu artinya, di empat laga lain dirinya mencatatkan clean sheet.

Teja Paku Alam

Teja Paku Alam sedang berlaga bersama Sriwijaya FC. (Foto: PT GTS/ISC A)

Tak hanya di awal musim, penampilan menawan Teja juga terus berlangsung sepanjang musim. Total, dari 24 penampilan ada 10 laga yang dilaluinya tanpa kebobolan. Jelas itu adalah catatan yang patut diacungi jempol. Belum lagi, soal penyelamatan. Total 79 penyelamatan yang dilakukannya sepanjang musim merupakan jumlah terbanyak ketiga di ISC A. 
Berkat penampilan heroiknya di bawah mistar Sriwijaya FC itu pula, Pelatih Tim Nasional Indonesia, Alfred Riedl, terpikat untuk menggunakan jasanya. Terakhir, pria berusia 22 tahun itu masuk dalam daftar 23 pemain Indonesia untuk Piala AFF 2016, meski Teja tak sekalipun diturunkan. Tapi melihat penampilannya sejauh ini, karier Teja terlihat cerah. Dalam beberapa tahun lagi, sangat mungkin dirinya bisa menjadi penjaga gawang nomor satu "Skuat Garuda".
Febri Hariyadi (Persib Bandung)
Pemain yang beraksi di paragraf pembuka kami ini memang baru mencuat di putaran kedua ISC A. Tapi walau demikian, Febri mampu mencuri perhatian banyak pihak. Tentu, alasan pertama adalah karena ia bermain di Persib, klub besar yang kerap mendapat sorotan lebih banyak dari klub-klub lain di Indonesia. Alasan kedua, Febri mampu tampil gemilang dan menunjukan aksi-aksi memukau. Salah satu gol kontra Persegres adalah buktinya.

Febri Hariyadi Persib

Febri Hariyadi (tengah) sedang beraksi bersama Persib dalam laga kontra Bhayangkara FC. (Foto: PT GTS/ISC A)

Dari 14 penampilan yang diciptakan pemain berusia 20 tahun itu, ada tiga gol beserta dua assist yang tercipta. Memang sedikit, mengingat pada putaran pertama, Febri hanya berstatus sebagai pemain cadangan. Namun setelah ia berhasil membawa Tim Jawa Barat meraih medali emasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, serta Persib terserang badai cedera, Febri perlahan-lahan mulai mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.
Kepercayaan Djadjang Nurdjaman selaku pelatih pun tak dikecewakannya, Febri, seperti yang sudah disebutkan, mampu bermain baik. Gaya bermainnya yang cepat dan berteknik tinggi sebagai gelandang sayap membuat Bobotoh -sebutan untuk suporter Persib- tak perlu lagi khawatir jika 'Lord' Atep memutuskan pindah ke klub lain atau pensiun lebih dini. Pun jika terus mempertahankan performanya untuk tetap konsisten, pemain asli Bandung ini bisa menjadi ikon "Pangeran Biru" di masa depan.
Erwin Ramdani (PS TNI)
PS TNI memang mengakhiri kompetisi ISC A dengan berada di dasar klasemen. Namun, ada satu pemain klub berseragam hijau-hijau itu yang mampu mencuri perhatian. Dia adalah Erwin Ramdani. Pria berusia 23 tahun sukses menunjukkan penampilan gemilang di total 28 penampilannya. Tujuh gol dan tiga assist pun tercipta dari pemain yang berposisi sebagai winger itu.

Erwin Ramdani

Erwin Ramdani sedang berlaga di kompetisi ISC A bersama PS TNI. (Foto: PT GTS/ISC A)

Dengan raihan tersebut, Erwin menjadi top-skorer kedua klub di bawah Aldino Herdianto. Pemain jebolan Persib U-21 itu memang merupakan salah satu pemain PS TNI yang berhasil menunjukkan performa konsisten sepanjang kompetisi. Memang menengok PS TNI yang tampil tanpa pemain asing, pemain-pemain muda seperti Erwin punya kans besar untuk unjuk gigi. 
Dan, kalau mampu tampil konsisten dan semakin subur di musim-musim berikutnya, bukan tidak mungkin Erwin meneruskan jejak dua rekannya, Abduh Lestaluhu dan Manahati Lestusen, untuk bisa memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Septian David Maulana (Mitra Kukar)
Deretan pemain jebolan Tim Nasional Indonesia U-19 yang begitu memorial itu performanya naik-turun di kompetisi ISC A 2016. Tapi, ada satu nama, yang penampilannya mampu konsisten sepanjang turnamen. Dia bermain untuk salah satu sisi sayap penyerangan Mitra Kukar. Namanya, Septian David Maulana.
Septian David bermain sebanyak 28 kali sepanjang musim. Dirinya memang tulang punggung Mitra Kukar di kompetisi ISC A ini. Baik Subangkit atau Jafri Sastra yang menjadi pelatih, pemain berusia 20 tahun itu mampu selalu menjadi pilihan utama. Dirinya pun berhasil menciptakan lima gol dan empat assists untuk membuktikan penampilan ciamiknya.

Septian David Maulana

Septian David (kanan) sedang berusaha melewati pemain Semen Padang. (Foto: PT GTS/ISC A)

Karenanya tak heran, jika Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, sempat terpikat dan memanggilnya untuk menjalani seleksi. Septian David pun juga sempat diberikan kepercayaan menjalani debut dalam laga uji coba menghadapi Vietnam. Sayang namanya tak disertakan ke dalam tim yang akan berlaga di ajang Piala AFF 2016.
Tapi dengan penampilannya yang baik di ISC A 2016 ini, Septian David tak perlu khawatir dengan perjalanan kariernya. Karena jika mampu terus menjadi pilihan utama dan tampil sebaik tahun ini, dirinya tak hanya bisa dipanggil lagi ke Timnas Indonesia, tapi juga akan bisa menjadi pilihan utama.
Osvaldo Ardiles Haay (Persipura Jayapura)
Persipura memang tak pernah berhenti melahirkan pemain-pemain muda berbakat. Dari era Boaz Solossa, Imanuel Wanggai, hingga Ferinando Pahabol, tim "Mutiara Hitam" tak pernah absen menelurkan pemain putra daerah yang tampil bagus. Pun demikian dengan musim ini di kompetisi ISC A 2016. Kali ini, orangnya adalah Osvaldo Ardiles Haay.
Usianya boleh saja masih 18 tahun, tapi di bawah asuhan Alfredo Vera, Haay telah mampu menembus skuat inti. Apalagi ketika Boaz kerap absen karena menjalani panggilan Tim Nasional Indonesia. Bermain di sisi kiri penyerangan Persipura, dari 17 penampilan Osvaldo mampu menciptakan lima gol dan satu assist. Jelas jumlah yang sangat lumayan untuk pemain seusianya.

Osvaldo Haay

Osvaldo Haay (kiri) sedang berusaha merebut bola dari pemain Bhayangkara FC. (Foto: PT GTS/ISC A)

Dirinya pun berperan cukup besar di putaran kedua bersama Persipura hingga berhasil meraih gelar juara. Osvaldo Haay kini hanya tinggal belajar dari senior-seniornya di tim "Mutiara Hitam". Untuk bagaimana bisa menjaga performa dan tampil konsisten sejak usia muda hingga benar-benar menjadi bintang.
Dendi Sulistyawan (Persela Lamongan)
Untuk saat ini, Indonesia tak perlu khawatir kekurangan pemain berkualitas di lini depan. Pasalnya, dari ajang ISC A 2016 ini muncul nama-nama bomber yang mampu mencuat, tampil tajam, dan bisa bersaing dengan deretan pemain impor. Salah satunya datang dari Persela Lamongan, dalam sosok Dendi Sulistyawan. Dendi adalah bukti jika klub-klub Indonesia tak perlu takut untuk memercayakan lini depan kepada bomber lokal.
Dari deretan pemain di daftar ini pula, Dendi memiliki jumlah laga yang paling banyak. Total, ada 32 laga yang telah dilalui pemain berusia 20 tahun itu sepanjang musim. Menariknya, di 32 laga tersebut Dendi mampu menciptakan tujuh gol dan lima assist. Jelas jika pundi-pundi itu adalah jumlah yang banyak untuk ukuran pemain lokal. Apalagi bagi yang baru berusia 18 tahun.

Dendi Sulistyawan

Dendi Sulistyawan sedang beraksi untuk Persela Lamongan di kompetisi ISC A. (Foto: PT GTS/ISC A)

Karena penampilan apiknya itu pula, namanya juga sempat masuk dalam daftar seleksi Timnas Indonesia untuk ajang Piala AFF 2016. Tapi sayang dirinya gagal bersaing dengan nama-nama yang lebih senior semisal Boaz Solossa atau Lerby Eliandry. Tapi sekali lagi, ia tak perlu khawatir. Karena ketika pemain-pemain senior itu telah tak lagi memperkuat tim "Merah-Putih", Dendi-lah yang akan menjadi andalan.

Sepak BolaLiga IndonesiaSports

500

Baca Lainnya