Pencarian populer
27 September 2017 19:12 WIB
0
0
Rossi Jagokan Marquez Jadi Juara Dunia MotoGP Tahun Ini
Marquez mampu jadi kampiun GP Aragon. (Foto: JAVIER SORIANO / AFP)

Marc Marquez adalah kandidat terkuat peraih gelar juara dunia MotoGP musim 2017 ini. Alasannya sederhana saja. Selain saat ini tengah berstatus sebagai pemuncak klasemen dengan raihan 224 poin, Marquez juga menjadi pebalap paling konsisten musim ini.
Tak percaya? Tengok saja raihan kemenangan dan podiumnya.
Hingga Grand Prix (GP) Aragon akhir pekan lalu --di mana dia keluar sebagai pemenang-- Marquez adalah peraih kemenangan dan podium terbanyak. Dari 14 balapan yang sudah berlangsung, dia berhasil berdiri sembilan kali di podium di mana empat di antaranya merupakan podium kemenangan.
Dengan konsistensi dan musim yang tinggal menyisakan empat balapan lagi, Marquez jelas jadi nomor satu soal gelar juara dunia. Apalagi rival-rivalnya saat ini; Andrea Dovizioso dan Maverick Vinales tengah dirundung inkonsistensi. Nama terakhir bahkan sudah "menyerah" dari perburuan gelar juara dunia.
Hasil di Aragon kemarin juga membuat Marquez unggul 16 poin dari Dovizioso dan 28 poin dari Vinales. Situasi memang bisa berubah cepat, tapi kita tahu, dalam beberapa musim terakhir Marquez cemerlang di pengujung musim.


Catatan-catatan tersebut kemudian membuat salah satu rival Marquez, Valentino Rossi, juga menjagokannya menjadi juara. Ini menarik karena sebenarnya, Rossi dan Marquez punya hubungan yang "panas". Namun kini, pebalap Movistar Yamaha itu terang-terangan menjagokan sang rival.
"Saya pikir soal gelar juara dunia sekarang, akan sulit bagi mereka (pesaing-pesaing Marquez). Itu (Kemenangan Marquez di Aragon) adalah langkah yang sangat besar," ujar Rossi dilansir Autosport.
"Sepertinya setelah tes (privat Honda) di Brno, mereka memperbaiki performa dengan baik. Marquez kemudian menang di Brno (GP Ceko), tapi kemudian sempat kalah di Austria," imbuhnya.

Rossi sebelum turun di GP Aragon. (Foto: Jure Makovec/AFP)

Sebelum tengah musim, Marquez memang sempat tidak konsisten. Sampai balapan kedelapan yakni GP Belanda, dia baru meraih satu kemenangan. Justru di awal-awal musim itu, Yamaha lewat Maverick Vinales yang sempat tampil meyakinkan dengan meraih tiga kemenangan.
Tapi selepas itu, dia benar-benar berhasil bangkit dan konsistensinya bertahan sampai saat ini. Strategi dan pemilihan ban Marquez juga terbilang moncer. Hal-hal teknis itu yang membuatnya bisa meraih 25 poin di balapan-balapan yang berlangsung begitu ketat, seperti GP Aragon kemarin.
Menariknya, di saat Rossi menjagokan Marquez ini, dia justru tengah terlibat perselisihan dengan rekan setim pria Spanyol itu, Dani Pedrosa. Situasi panas dan adu kritik di Aragon kemarin adalah penyebabnya. Mungkinkah kalau pernyataan ini juga menjadi salah satu "alibi" Rossi untuk mengalihkan situasi?


Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: