Entertainment
·
28 Mei 2020 18:00

New Normal, Meisya Siregar Kurangi Keluyuran dan Pikirkan Keselamatan Anak

Konten ini diproduksi oleh Berita Artis
New Normal, Meisya Siregar Kurangi Keluyuran dan Pikirkan Keselamatan Anak (125241)
Meisya Siregar saat ditemui di peluncuran 5 produk baru Aisaa ‘Inspirasi Pesonamu’, Rabu (11/3). Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan
Artis Meisya Siregar menanggapi mengenai rencana penerapan new normal atau tatanan baru di tengah pandemi virus corona. Ada dua hal yang menjadi perhatiannya.
ADVERTISEMENT
Yang pertama adalah dirinya sendiri. Meisya mengatakan jika nantinya new normal sudah diterapkan, ia akan mengurangi keluyuran.
“Sebisa mungkin kalau enggak mendesak dan penting, aku tetap akan #dirumahaja, keluar sekali-kali aja melepas kepenatan, untuk kerja , atau belanja lah sesekali, juga untuk hal-hal urgent lainnya ke dokter misalnya. Intinya: seminimal mungkin,” tulis Meisya dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Kamis (28/5).
New Normal, Meisya Siregar Kurangi Keluyuran dan Pikirkan Keselamatan Anak (125242)
Meisya Siregar. Foto: Giovanni/kumparan
Perempuan 41 tahun itu mengungkapkan, akan banyak perubahan dalam hidupnya. Jika sebelumnya Meisya Siregar sering pergi ke mal, kini ia mengurangi hal itu.
“Semua akan penuh pertimbangan, dan enggak mungkin akan seperti dulu lagi ke mal seminggu 3 kali, pergi ke mana pun bebas merdeka, udah enggak akan mungkin lagi ada kamus itu dalam kehidupan baru kita nantinya (selama vaksin belum ada). Itu pilihanku,” tulis Meisya.
New Normal, Meisya Siregar Kurangi Keluyuran dan Pikirkan Keselamatan Anak (125243)
Meisya Siregar dan Bebi Romeo. Foto: Aria Pradana/kumparan
Sementara yang kedua, Meisya akan memerhatikan keselamatan anak-anaknya. Ia mengaku tidak berani membiarkan buah hatinya kembali ke sekolah.
ADVERTISEMENT
“Aku enggak akan biarin mereka berisiko terpapar, lewat sekolah yang belum tahu gimana SOP-nya (enggak kebayang mereka harus biasa enggak pegang apa pun, enggak sentuh apa pun, jaga jarak, cuci tangan berjuta-juta kali, semprot disinfektan berapa kali? Dan sekelas bisa isi 25 orang),” tulis Meisya.
Selain itu, menurut Meisya, guru pasti merasa kewalahan ketika harus menjaga murid-muridnya supaya hati-hati. “Jagain anak pra sekolah enggak pegang ini-itu,” tulisnya.
Oleh karena itu, Meisya mempertimbangkan anak-anaknya untuk sekolah online. Tapi, kata dia, belum ada keputusan pasti terkait hal itu.
“Belum tahu, sekolah online adalah pilihan terbaik sejauh ini. Jadi, aku memilih untuk melindungi mereka,” tutup Meisya Siregar.