Cara Membuat NPWP bagi yang Belum Bekerja dan Persyaratannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Konten dari Pengguna
21 September 2022 19:39
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi NPWP Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi NPWP Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Perkembangan teknologi yang makin pesat membantu mempermudah kegiatan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pribadi. Hanya bermodalkan ponsel dan jaringan Internet stabil, kamu bisa mendapatkan NPWP tanpa perlu melakukan mobilitas.
ADVERTISEMENT
Mengutip laman resmi Kementerian Keungan Republik Indonesia (Kemenkeu), NPWP merupakan dokumen wajib yang dimiliki oleh setiap orang maupun badan usaha yang berpenghasilan. Dokumen ini dapat berfungsi sebagai identitas wajib pajak guna memenuhi hak dan kewajiban tentang perpajakan atau acuan untuk membayar pajak.
Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pajak (DJP), terdapat beberapa kategori pembuatan NPWP Orang Pribadi, di antaranya sebagai berikut:
  1. Wajib pajak orang pribadi baik yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas maupun yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. Misalnya karyawan/pegawai, pengusaha, pekerja lepas, pedagang, dan sejenisnya.
  2. Wajib pajak orang pribadi yang belum memenuhi persyaratan subjektif atau objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan namun berkeinginan mendaftarkan dirinya untuk memperoleh NPWP. Misalnya pelamar kerja yang belum memiliki penghasilan, mahasiswa yang belum memiliki penghasilan, dan sejenisnya.
  3. Apabila sudah memiliki NPWP pribadi, lalu mendapatkan penghasilan berasal dari usaha dan/atau pekerjaan bebas pada satu atau lebih tempat kegiatan usaha yang berbeda dengan tempat tinggal wajib pajak.
  4. Warisan belum terbagi. Dalam hal wajib pajak orang pribadi yang meninggalkan warisan belum memiliki NPWP dan dari warisan tersebut diterima atau diperoleh penghasilan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan penjelasan di atas, maka orang yang belum bekerja sekalipun perlu membuat NPWP. Lantas, bagaimana cara membuat NPWP bagi orang yang belum bekerja secara online? Ketahui syarat dan langkah-langkahnya dalam uraian bawah ini.

Syarat Membuat NPWP bagi yang Belum Bekerja

Kembali mengutip Kementerian Keungan Republik Indonesia (Kemenkeu), berikut beberapa dokumen yang harus dilengkapi untuk membuat NPWP bagi orang yang belum bekerja:
  1. Fotocopy KTP (WNI).
  2. Fotocopy paspor, fotocopy Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) untuk WNA.
  3. Surat Keterangan Kelurahan.
Apabila status kamu adalah seorang job seeker, mintalah petugas kelurahan untuk membuatkan surat keterangan yang berisikan status pekerjaan kamu.
Namun, jangan ditulis ‘tidak bekerja’, ‘belum bekerja’, atau ‘sedang mencari pekerjaan’. Isilah informasi pekerjaan ini dengan kondisi yang memungkinkan, seperti freelancer atau wiraswasta.
ADVERTISEMENT

Cara Membuat NPWP bagi yang Belum Bekerja

Ilustrasi cara membuat NPWP bagi yang belum bekerja. Foto: pajak.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membuat NPWP bagi yang belum bekerja. Foto: pajak.go.id
Cara Membuat NPWP bagi yang Belum Bekerja
NPWP kini dapat diurus secara online, sehingga siapa pun dapat dengan mudah membuat NPWP tanpa perlu mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Berikut cara membuat NPWP bagi yang belum bekerja:
1. Daftar Akun
Kunjungi laman ereg.pajak.go.id. Pilih menu "Daftar". Masukkan alamat e-mail yang masih aktif dan buat password. Buka link verifikasi yang telah dikirimkan melalui e-mail untuk melakukan aktivasi akun.
2. Login ke Sistem E-Registration Pajak
Setelah proses aktivasi selesai, silakan login ke sistem e-registration dengan memasukkan e-mail dan password akun yang telah kamu buat sebelumnya.
3. Lengkapi Data Diri
Lengkapi data diri dan pekerjaan. Isikan semua informasi sesuai dengan KTP. Namun, pada kolom pekerjaan tuliskan saja ‘Karyawan Swasta’ agar proses bisa dilanjutkan. Setelah semua formulir terisi lengkap, pilih tombol daftar untuk mengirimkan formulir registrasi ke kantor pajak terdaftar.
4. Proses Pengajuan NPWP
Setelah selesai, kantor pajak akan memproses pengajuan NPWP. Setelah semua formulir lengkap, maka akan muncul status pendaftaran di dashboard situs ereg pajak. Di sana pendaftar harus menekan tombol kirim token, dan harus mengisi "Captcha", lalu klik submit. Konfirmasi akan dikirim melalui e-mail.
5. Salin Token dari Email
Salin token yang sudah didapatkan. Klik menu "Token" untuk mendapatkan kode unik sebagai syarat pengajuan. Kemudian cek e-mail masuk untuk melihat token.
6. Kartu NPWP Dikirim
Jika permohonan pendaftaran NPWP disetujui, maka NPWP akan dikirimkan kantor pajak ke alamat wajib pajak melalui pos.
(NDA)