Bisnis
·
7 Desember 2020 15:16

Juliari Batubara Ditangkap KPK, Kok Bukan Luhut yang Jadi Mensos Ad Interim?

Konten ini diproduksi oleh Berita Bisnis
Juliari Batubara Ditangkap KPK, Kok Bukan Luhut yang Jadi Mensos Ad Interim? (285047)
Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Kasus korupsi terjadi lagi di bangku kementerian. Pada Minggu (6/12) dini hari, Menteri Sosial RI, Juliari Batubara telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus korupsi bantuan sosial (bansos) pandemi Covid-19.
ADVERTISEMENT
Juliari diduga mendapatkan Rp 17 miliar dalam dua kali proyek pengadaan bansos pandemi.
Sebagai menteri yang terjerat kasus korupsi, Juliari harus mangkir dari jabatannya dan otomatis bangku menteri sosial menjadi kosong.
Lantas, Luhut Binsar Pandjaitan yang kembali jadi sorotan warganet.
Seperti yang diketahui, pada kasus korupsi yang dijerat Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, yang menduduki posisi menteri KKP ad interim (sementara) adalah Luhut Binsar Pandjaitan.
Hal inilah yang membuat warganet bereaksi lagi di Twitter setelah mengetahui Juliari harus mangkir dari jabatannya.
“Lord Luhut siap siap jadi Mensos sementara. Semangat lord Luhut!” ucap @ditaasriani5
Jobdesk baru buat pak luhut, jadi mensos. Kasian beliau ga istirahat :( ” ujar @lunatigc
ADVERTISEMENT
“sepertinya pak Luhut dah prepare nih jadi mensos…” cuit akun @tibriksoklat
Namun, untuk di posisi menteri sosial ad interim bukan Luhut yang mengemban tugas itu.
Melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, “Saya menunjuk Menko PMK untuk menggantikan sementara tugas menteri sosial.” ujar Joko Widodo selaku Presiden RI, pada Minggu (6/12).
Ditunjuknya Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, tidaklah sembarangan. Seperti diketahui bahwa Kementerian Sosial dalam struktural kabinetnya berada di bawah Kemenko PMK. Jadi, hal inilah yang menyebabkan Muhadjir yang ditunjuk menggantikan Juliari, bukanlah Luhut.
Sekadar informasi, Luhut mengisi kekosongan sebagai menteri KKP ad interim karena ia menjabat sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi yang mengkoordinir Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
ADVERTISEMENT