Kolektibilitas Kredit: Pengertian dan Skor Kredit Nasabah

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Konten dari Pengguna
8 Agustus 2022 18:04
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi kredit rumah, Foto: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kredit rumah, Foto: unsplash
ADVERTISEMENT
Anda yang hendak mengajukan kredit, perlu mengetahui tentang status koletibilitas kredit Anda. Sebab, status kolekbilitas kredit merupakan hal penting yang menjadi syarat dalam melakukan kredit di bank atau lembaga keuangan lainnya.
ADVERTISEMENT
Dalam kata lain, kolektibilitas kredit merupakan suatu indikator yang perlu diperhatikan oleh debitur ketika hendak mengajukan pinjaman. Agar mengetahui lebih mendalam, Anda perlu menyimak sampai tuntas artikel ini.

Pengertian Kolektibilitas Kredit

Mengutip situs Kementerian Keuangan, kolektibilitas diartikan sebagai klasifikasi status keadaan pembayaran angsuran bunga atau angsuran pokok dan bunga kredit oleh debitur, serta tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan dalam surat berharga atau penanaman lainnya.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendefinisikan koletibilitas sebagai keadaan pembayaran pokok atau angsuran pokok dan bunga kredit oleh nasabah, serta tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan dalam surat-surat berharga atau penanaman lainnya.
Secara sederhana, koletibilitas dapat diartikan sebagai kemampuan pembayaran oleh debitur saat mengajukan pinjaman di bank atau lembaga keuangan lainnya. Kemampuan membayar ini berupa angsuran pokok dan bunga kreditnya.
Ilustrasi megnisi formulir kredit, Foto: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi megnisi formulir kredit, Foto: unsplash
Jadi, bagi Anda yang hendak mengajukan pinjaman atau kredit di bank. Kolektibilitas ini dapat menunjukkan riwayat atau rekam jejak kemampuan Anda dalam membayar angsuran atau cicilan kredit.
ADVERTISEMENT
Perlu diketahui bahwa catatan riwayat ini berupa skor penilaian dari bank yang berguna sebagai bahan pertimbangan apakah seorang nasabah bisa mengajukan pinjaman atau tidak. Bagi Anda yang ingin mengetahui skor kredit, bisa melihatnya melalui layanan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK.

Tingkatan Skor Kredit

Adapun skor kredit ini telah digolongkan ke dalam lima golongan. Hal ini telah diatur oleh OJK melalui Peraturan OJK Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum:

1. Kolektibilitas 1: Lancar

Apabila debitur selalu membayar pokok dan bunga tepat waktu. Perkembangan rekening baik, tidak ada tunggakan, serta sesuai dengan persyaratan kredit.

2. Kolektibilitas 2: Dalam Perhatian Khusus

Apabila debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga antara 1-90 hari.

3. Kolektibilitas 3: Kurang Lancar

Apabila debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga antara 91-120 hari.
ADVERTISEMENT

4. Kolektibilitas 4: Diragukan

Apabila debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga antara 121-180 hari.

5. Kolektibilitas 5: Macet

Apabila debitur menunggak pembayaran pokok dan/atau bunga lebih dari 180 hari.

Faktor Penentu Pembiayaan Kredit

Jika sebelumnya sudah membahas perihal pengertian dan skor kredit. Ada baiknya, jika Anda mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi seorang nasabah mengalami kredit macet. Berdasarkan buku Analisis Pembiayaan Bank Syariah, sebagai berikut:

1. Berdasarkan Prospek Usaha

Kemacetan kredit nasabah bisa terjadi apabila keberlangsungan usaha nasabah mengalami penurunan, kehilangan pasar, dan para pekerjanya yang melakukan mogok.

2. Berdasarkan Keuangan Debitur

Dalam poin ini, nasabah yang mengalami kerugian besar, rasio utang terhadap modal sangat tinggi, pinjaman digunakan untuk menutup kerugian ialah beberapa poin yang menyatakan bahwa keuangan debitur sedang tidak baik, dan ini bisa membuat keraguan dalam membayar angsuran.
ADVERTISEMENT

3. Berdasarkan Kemampuan Membayar

Kemampuan nasabah dalam membayar angsuran bisa diragukan apabila nasabah telah menunggak lebih dari 270 hari lamanya.
(NNR)