Bisnis
·
15 April 2021 18:39

Tips Ibadah Ramadhan: Jujur Berbisnis, Untung Melimpah Meraih Berkah

Konten ini diproduksi oleh Berita Bisnis
Tips Ibadah Ramadhan: Jujur Berbisnis, Untung Melimpah Meraih Berkah (123958)
Kejujuran merupakan bekal untuk meraih berkah bisnis, khususnya di bulan Ramadhan. (Foto: PNG Download.id)
Di bulan Ramadhan yang suci ini, kita sebagai umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh. Dalam berpuasa, terdapat sejumlah hal yang menjadi syarat sah puasa, salah satunya ialah kejujuran.
ADVERTISEMENT
Kejujuran merupakan salah satu perilaku krusial yang patut dimiliki oleh seluruh makhluk di dunia. Sayangnya, sejak dahulu banyak sekali orang yang tidak dapat menjunjung tinggi sebuah kejujuran, apalagi dalam hal berniaga atau bisnis.
Saking banyaknya ketidakjujuran dalam berbisnis, sampai-sampai hal ini disinggung dalam salah satu hadis Nabi SAW yang berbunyi:
"Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pegadang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur" (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Di zaman sekarang ini, salah satu kegiatan bisnis yang paling banyak digemari adalah bisnis online. Pada bisnis inilah seharusnya kejujuran lebih dijunjung tinggi. Pasalnya, sistem bisnis ini memungkinkan penjual tidak perlu bertemu dengan pembeli, sehingga pembeli hanya bisa bermodal kepercayaan kepada penjual. Kenyataannya, sering kali terjadi aksi penipuan dalam bisnis online.
ADVERTISEMENT
Perihal penipuan sendiri juga disinggung dalam sebuah kisah Nabi dalam suatu riwayat hadis:
"Ketahuilah, barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami" (HR. Muslim).
Ketidakjujuran dapat membawa petaka bagi diri kita sendiri maupun bisnis kita. Sebaliknya, bila kita selalu menjunjung tinggi kejujuran, baik bisnis maupun diri kita akan selalu dihinggapi keberkahan.
1.Ketahui esensi kejujuran
Pada dasarnya, tidak ada seorangpun yang ingin dibohongi. Tuhan menciptakan manusia sesuai fitrahnya, yakni mencintai kejujuran, sekalipun orang tersebut bukan orang yang mengamalkan kejujuran. Untuk itu berlaku jujurlah, selama tidak terdapat ancaman atas nyawa kita atau kerabat dekat kita, jangan pernah sekalipun berbohong, khususnya bagi kita yang berbisnis.
2.Kejujuran membawa berkah
Jika kita sudah menjunjung tinggi sebuah kejujuran saat berbisnis, maka berbagai keberkahan akan mendatangi kita. Dengan berlaku jujur, bisnis kita akan bertahan lama sebab kepercayaan pelanggan terhadap kita akan terus terbangun. Selain itu, nama baik kita sebagai pebisnis yang jujur akan harum di tengah para pelanggan (dengan catatan tidak berlaku jujur dengan tujuan riya). Hal ini otomatis akan membuat bisnis kita laris berkat pelanggan yang berbondong-bondong percaya untuk berbisnis dengan kita.
ADVERTISEMENT
3.Kejujuran menghindarkan petaka
Jika ditilik, sudah berapa banyak orang yang hancur bisnisnya akibat ketidakjujuran? Entah koruptor, pengusaha, atau siapapun, ketika mereka tidak jujur, maka meskipun hasil melimpah berkat ketidakjujurannya tersebut, tetap tidak akan berlangsung lama. Hal ini seperti kata pepatah:
"Sedalam-dalamnya bangkai dikubur, baunya pasti akan tercium juga."
Hal ini mengindikasikan bahwa orang yang tidak jujur, maka kariernya dalam berbisnis tidak akan bertahan lama. Andaipun bertahan, keberkahan sedikitpun tidak akan menghinggapinya. Karena pada dasarnya, di atas keuntungan ada keberkahan yang diutamakan.
4.Kejujuran menenangkan jiwa
Pebisnis yang bersifat jujur jiwanya akan selalu tenang. Pasalnya, mereka selalu bersikap apa adanya dalam bertransaksi dengan pelanggannya, tanpa ada sedikitpun yang ditutupi. Ia akan menjelaskan secara rinci setiap barang yang dijualnya tanpa menutupi sedikitpun kekurangan barang tersebut.
ADVERTISEMENT
Hal ini menjadikan pelanggan tidak memperoleh harapan palsu atas barang tersebut. Jadi ketika si pebisnis menjual barang yang memang berkualitas bagus, pembeli akan langsung percaya berkat kejujurannya.
Sebaliknya, pebisnis yang tidak jujur akan selalu bersumpah palsu demi menarik pelanggan. Meski banyak, jiwanya tidak akan tenang karena selalu dihinggapi kegelisahan akan dituntut pelanggannya yang memperoleh hasil tidak sesuai seperti sumpahnya di awal.
Al-Hasan bin Fatimah binti Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa:
"Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa" (HR Tirmidzi dan Ahmad).