kumparan
Bola & Sports16 Maret 2020 16:53

De Roon Sebut Gasperini Berhasil Tingkatkan Mentalitas Atalanta

Konten kiriman user
Untitled Image
Gelandang Atalanta, Marten de Roon (kiri) kala berhadapan dengan Juventus. Foto: MARCO BERTORELLO / AFP
Atalanta berhasil mengukir sejarah setelah lolos ke babak perempat final Liga Champions pada musim debutnya. Adapun Marten De Roon menyebut kesuksesan timnya tak lari dari Gianpiero Gasperini yang sukses meningkatkan mentalitas La Dea.
ADVERTISEMENT
Setelah secara mengejutkan lolos dari fase grup, Atalanta sukses menang di kedua pertemuan menghadapi Valencia di babak 16 besar Liga Champions. Klub asal kota Bergamo tersebut bahkan mencatatkan agregat 8-4 atas wakil dari La Liga itu.
Performa La Dea juga apik di kompetisi domestik. Berada di posisi keempat, Papu Gomez cs jadi klub paling produktif dengan total 70 gol dari 25 laga. Mengutip Football Italia, De Roon pun buka suara mengenai perkembangan di bawah arahan Gasperini.
Untitled Image
Robin Gosens (atas) dan Daniel Wass berduel di laga Valencia vs Atalanta. Foto: Reuters/Handout
“Dia membuatmu bekerja begitu keras. Kamu selalu dalam kondisi bugar,” gelandang asal Belanda tersebut kepada Cronache Di Spogliatoio.
“Dia meminta lebih dan lebih kepada semuanya, dia masih melakukannya. Dia mengatakan kepada kami: ‘kami bisa meningkat secara teknik, taktik, dan fisik.’ Dia mengubah mentalitas dalam klub,” lanjut eks gelandang Middlesbrough tersebut.
Untitled Image
Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, tertunduk usai anak-anak asuhnya dihantam Dinamo Zagreb. Foto: AFP/Damir Sencar
Buah dari latihan keras dan arahan dari sang pelatih, De Roon mengaku dirinya bersama rekan-rekan berhasil meningkat secara drastis. Bahkan, penggawa Timnas Belanda tersebut mengenang kala Gasperini menginginkan minimal kemenangan kontra Juventus.
ADVERTISEMENT
“Dia ingin ke Turin ketika menghadapi Juventus untuk meraih menang, bukan hasil imbang. Saya melihat saya telah berkembang, juga semua 30 pemain dalam skuad sama-sama berkembang,” ungkap pemain lulusan akademi Sparta Rotterdam tersebut.
“Dalam formasi 3-4-3 dia (Gasperini) mengerti para pemain. Dia meminta Hans Hateboer berlari dan menggunakan kekuatan, menyerang melebihi Josip Illicic."
"Dia meminta saya melakukan pekerjaan kotor untuk mengirim bola ke Papu Gomez. Dia mengetahui kemampuan pemainnya dengan sangat baik,” lanjut De Roon. (bob)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan