5 Contoh Pantun Minang yang Unik dan Kreatif

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun merupakan salah satu jenis sastra lisan berbentuk puisi lama yang dikenal di berbagai daerah Indonesia dengan nama yang berbeda-beda. Dalam bahasa Minang, pantun disebut sebagai petuntun yang berasal dari kata patuntun.
Mengutip buku Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau oleh Edwar Jamaris, tradisi sastra Minangkabau pada umumnya cerita lisan yang disampaikan dari mulut ke mulut. Ketika cerita tersebut didengar, tukang cerita atau tukang kaba akan melagukannya dan kemudian diperdengarkan kepada audiens.
Jenis sastra lisan yang kerap digunakan salah satunya adalah pantun. Pantun banyak terdapat dalam sastra lisan Minangkabau dan tersebar di kalangan masyarakat.
Baik dalam cerita kaba, persembahan, pidato adat, maupun dalam nyanyian. Tema yang biasa diangkat adalah etika, sejarah, adat, kesepian, kesengsaraan dan masih banyak lainnya.
Masyarakat Minang seringkali berpantun ketika sedang bergaul untuk mengekspresikan perasaan mereka. Tingginya minat orang Minangkabau terhadap pantun menunjukkan bahwa mereka memiliki jiwa seni yang tinggi.
Cara terbaik untuk memahami pantun minang adalah dengan membaca contohnya secara langsung. Untuk mengetahui lebih lanjut simak uraian berikut.
Contoh Pantun Minang
Berikut adalah contoh pantun berbahasa Minang, dikutip dari buku Sastra Minangkabau dan Penciptaan Sebuah Karya oleh Maryelliwati dan Wahyudi Rahmat.
Contoh 1
Anak buruang tabang ka rimbo
Timbo di rimbonyo langsuang tabang
Sajak badan kanduang jatuah cinto
Mato takalok hati bertanggang
(Anak burung terbang ke rimba
Sampai di rimba dia langsung terbang
Sejak badan jatuh cinta
Mata tertidur hati bertanggang)
Contoh 2
Masak padi anak rang dusun
Disabik anak rang malalo
Kok siriah lah kami susun
Pinang baatok dalam carano
(Masak padi anak orang dusun
Dipotong anak orang malalo
Jika sirih telah kami susun
Pinang ditata dalam carano)
Contoh 3
Tasobuk selo nan jo kuok
Tarantang jalan nan ka bukiktinggi
Cabiak siriah salailah rokok
Bia nak sonang pulo hati kami
(Bertemu sila dan kuok
Tarantang jalan ke bukittinggi
Sobek sirih bakarlah rokok
Biar senang pula hati kami)
Contoh 4
Buruang sinurak buruang sinuri
Manari-nari ateh pamatang
Siriah golak pinang manari
Mancaliak rombongan nan olah datang
(Burung sinurak burung sinuri
Menari-nari di atas pematang
Sirih ketawa pinang menari
Melihat rombongan yang telah datang)
Contoh 5
Batang nan bokeh rang basanda
Daun nan bokeh urang balinduang
Balinduang nan bokeh kapanehan
Bataduah nan bokeh kahujanan
(Batang yang bekas orang bersandar
Daun yang bekas orang berlindung
Berlindung yang bekas kepanasan
Berteduh yang bekas kehujanan)
(ADB)
