Konten dari Pengguna

7 Dampak Kenaikan Suku Bunga terhadap Perekonomian

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock

Tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral memainkan peran krusial dalam perekonomian suatu negara. Baru-baru ini, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Kenaikan suku bunga acuan pun menimbulkan berbagai dampak bagi perekonomian, baik terhadap perbankan, dunia usaha, maupun masyarakat. Untuk memahami pengaruhnya lebih jauh, simak penjelasan dampak kenaikan suku bunga di bawah ini.

Dampak Kenaikan Suku Bunga bagi Perekonomian

Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Besarnya dampak akibat kenaikan suku bunga biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat kenaikan suku bunga, kondisi ekonomi domestik, serta situasi ekonomi global saat itu. Mengutip buku Esensial UMKM sebagai Defensi Resesi Ekonomi Indonesia karya Tina Amelia, berikut beberapa dampak kenaikan suku bunga.

1. Peningkatan Nilai Mata Uang

Ketika bank sentral menaikkan suku bunga, mata uang suatu negara cenderung menguat. Kondisi ini terjadi karena suku bunga yang lebih tinggi dapat menarik investor asing untuk menanamkan modal demi memperoleh keuntungan investasi yang lebih besar. Penguatan mata uang juga dapat memengaruhi perdagangan internasional, termasuk aktivitas ekspor dan impor.

2. Inflasi Menjadi Lebih Rendah

Kenaikan suku bunga biasanya bertujuan untuk menekan laju inflasi. Hal ini terjadi karena biaya pinjaman menjadi lebih mahal sehingga masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang. Namun, kondisi ini juga dapat membuat pertumbuhan ekonomi melambat apabila konsumsi masyarakat turun terlalu besar.

3. Biaya Utang Menjadi Lebih Tinggi

Kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya utang bagi berbagai pihak, mulai dari individu, perusahaan, hingga pemerintah. Dampaknya antara lain:

  • Individu: biaya cicilan pinjaman menjadi lebih mahal sehingga kemampuan meminjam dapat menurun.

  • Perusahaan: beban bunga utang meningkat dan dapat mengurangi aktivitas investasi maupun ekspansi usaha

  • Pemerintah: pembayaran bunga utang negara menjadi lebih besar sehingga dapat membebani anggaran negara.

4. Investasi Perusahaan Menurun

Suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat perusahaan menunda atau mengurangi investasi baru. Pasalnya, biaya modal dan pinjaman menjadi lebih mahal sehingga keuntungan dari proyek investasi ikut berkurang. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

5. Penurunan Harga Saham

Kenaikan suku bunga sering kali berdampak pada melemahnya pasar saham. Investor cenderung memindahkan dana mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti obligasi, karena menawarkan imbal hasil yang lebih menarik. Akibatnya, permintaan terhadap saham dapat menurun dan harga saham ikut tertekan.

6. Penurunan Investasi Properti

Suku bunga yang lebih tinggi juga berimbas pada sektor properti. Biaya kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi lebih mahal sehingga cicilan bulanan meningkat. Kondisi ini dapat menurunkan minat masyarakat untuk membeli rumah atau properti lainnya.

7. Pengurangan Aktivitas Konsumen

Kenaikan suku bunga membuat bunga kredit konsumen, seperti kredit kendaraan dan properti, menjadi lebih tinggi. Dampaknya, masyarakat cenderung mengurangi pembelian dalam jumlah besar. Beberapa dampaknya antara lain:

  • Menurunnya daya beli masyarakat.

  • Berkurangnya pembelian produk bernilai besar, seperti kendaraan dan properti.

  • Konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam menggunakan pinjaman atau kredit.

Baca Juga: Jika Ingin Mengelompokkan Kumpulan Data dalam Satu Struktur, Apa yang Digunakan?

(SA)