News
·
11 Oktober 2020 10:59

Alasan di Balik Peringatan Hari Anak Perempuan Sedunia 11 Oktober

Konten ini diproduksi oleh
Alasan di Balik Peringatan Hari Anak Perempuan Sedunia 11 Oktober (48451)
Sejarah Peringatan Hari Anak Perempuan Sedunia 11 Oktober. Foto: Pixabay
Hari Anak Perempuan Internasional atau International Day of the Girl Child diperingati setiap 11 Oktober. Lazimnya, Hari Anak Perempuan Sedunia akan diisi dengan berbagai kegiatan dari organisasi-organisasi perempuan dan anak di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
Tahun ini, Yayasan Plan International Indonesia, organisasi yang mendorong kesetaraan hak-hak anak perempuan, mengadakan rangkaian kegiatan #GirlsTakeOver yang digelar secara daring. Salah satu agendanya adalah pemaparan laporan tentang kekerasan online yang dikaji di 31 negara dan melibatkan anak dan kaum muda perempuan, termasuk Indonesia.
Berdasarkan penelitian tersebut, lebih dari setengah responden di Indonesia mengatakan pernah mengalami sendiri atau mengetahui bahwa temannya menjadi korban pelecehan di media sosial.
Ini merupakan realita yang pahit. Namun memang itulah tujuan diselenggarakannya Hari Anak Perempuan Sedunia, yakni untuk membangun kesadaran terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh anak perempuan.

Sejarah Hari Anak Perempuan Sedunia

Inisiatif Hari Anak Perempuan Internasional datang dari Plan International, sebuah organisasi non-pemerintah yang beroperasi di seluruh dunia. Mereka membawa misi meningkatkan kesadaran akan pentingnya memberikan perhatian terhadap anak perempuan di seluruh dunia, khususnya di negara berkembang.
ADVERTISEMENT
Plan International mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk terlibat dalam gerakan ini. Akhirnya, pada 2012, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi 66/170 yang mendeklarasikan 11 Oktober sebagai Hari Anak Perempuan Internasional.

Mengapa Ada Hari Anak Perempuan?

Alasan di Balik Peringatan Hari Anak Perempuan Sedunia 11 Oktober (48452)
Hari Anak Perempuan Sedunia. Foto: UNICEF
Hari Anak Perempuan diperingati untuk mendukung lebih banyak kesempatan kepada anak perempuan dan meningkatkan kesadaran tentang ketidaksetaraan gender yang dialami anak perempuan. Contohnya adalah ketidaksetaraan terhadap akses pendidikan, gizi, hak hukum, perawatan medis, perlindungan dari diskriminasi, kekerasan terhadap perempuan, dan perkawinan paksa di bawah umur.
Dikutip dari laman PBB, 1 dari 4 anak perempuan berusia 15–19 tahun tidak bekerja maupun tidak memperoleh pendidikan dan pelatihan dibandingkan dengan 1 dari 10 anak laki-laki pada usia yang sama.
ADVERTISEMENT
Selain itu, selama pendemi COVID-19, kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan juga meningkat. Banyak negara juga masih mendiskriminasi hak anak perempuan untuk mewarisi tanah dan aset non-tanah.

Hari Anak Perempuan Sedunia 2020

Dikutip dari laman UNICEF, tahun ini Hari Anak Perempuan Sedunia memiliki tiga tuntutan. Tuntutan-tuntutan tersebut yaitu:
  1. Terbebas dari kekerasan berbasis gender, praktik-praktik berbahaya, serta HIV dan AIDS
  2. Mempelajari keterampilan-keterampilan baru sesuai masa depan yang mereka pilih
  3. Memimpin sebagai generasi aktivis yang mempercepat perubahan sosial
(ERA)