Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud dengan Syirik? Ini Penjelasan dan Bahayanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Ibadah. Foto: Adobe Stock
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Ibadah. Foto: Adobe Stock

Syirik merupakan bentuk kemaksiatan paling besar yang dilakukan seorang hamba kepada Allah SWT. Alquran surat An Nisa ayat 48 menegaskan bahwa syirik termasuk dosa besar yang tidak terampuni, kecuali dengan taubat. Lalu, apa yang dimaksud dengan syirik?

Secara bahasa, syirik berasal dari kata syarika yang artinya berserikat, bersekutu, bersatu, atau berkongsi. Menyadur laman Muhammadiyah, syirik adalah menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu selain-Nya.

Menurut ar-Raghib al-Asfahaniy dalam kitabnya yang berjudul al-Mausu’ah al-Qur’aniyah, syirik terbagi menjadi dua macam, di antaranya sebagai berikut:

  1. Syirik Akbar (الشِّرْكُ اْلأَكْبَرُ): Syirik ini bisa juga disebut sebagai syirik besar. Syirik ini berfokus pada bidang keyakinan, yaitu meyakini adanya Tuhan selain Allah SWT atau menyamakan Allah dengan makhluk ciptaan-Nya dalam hal ketuhanan.

  2. Syirik Ashghar (الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ): Ini termasuk dalam kategori syirik kecil. Syirik ini berarti menyekutukan Allah dalam perbuatan atau ucapannya dan bisa mengantarkan seseorang kepada syirik akbar. Misalkan seperti memakai gelang atau sesuatu sebagai pengusir atau penangkal marabahaya.

Bahaya Syirik

Illustrasi Ibadah. Foto: Adobe Stock

Menghimpun buku Membongkar Kesesatan Perilaku Syirik oleh Perdana Akhmad, berikut adalah beberapa bahaya yang akan ditimbulkan apabila seseorang berbuat syirik:

  • Amal ibadahnya akan rusak apabila tercampur syirik. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut: “Dari Abu Hurairah, Allah berfirman: "Aku tidak butuh sekutu-sekutu dari kalian, barang siapa yang melakukan suatu amalan, namun dia menyekutukan-Ku pada selain Aku, maka Aku tinggalkan dia dan persekutuannya." (HR. Muslim).

  • Jika meninggal dalam keadaan syirik, seseorang tidak akan diampuni dosanya oleh Allah SWT. Alquran menegaskan: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48).

  • Bentuk kezaliman terbesar. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya syirik itu kezhaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

  • Pelakunya diharamkan masuk surga. Ini sesuai dengan firman Allah SWT: “Sesungguhnya barang siapa menyekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan jannah baginya dan tempatnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72).

  • Kekal di dalam neraka. Sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al Bayyinah: 6).

  • Perbuatan pertama yang paling diharamkan oleh Allah. Alquran menerangkan: “Katakanlah: Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun ter-sembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menu-runkan hujjah untuk itu dan (meng-haram-kan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Araaf: 33).

(NDA)