Bacaan dan Keutamaan Takbir Idul Adha di Bulan Dzulhijjah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari raya Idul Adha merupakan salah satu perayaan penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Saat memasuki perayaan Idul Adha, umat Muslim disunnahkan untuk mengumandangkan takbir.
Pada beberapa kitab fiqih telah disebutkan bahwa takbir pada Idul Adha terbagi menjadi dua yakni, takbir mutlak dan takbir muqayyad. Takbir mutlak sendiri merupakan lantunan yang dikumandangkan di mana saja, baik sendirian atau berjamaah dan dilakukan sejak hari pertama bulan Dzulhijjah hingga tanggal 13 Dzulhijjah.
Sementara untuk takbir muqayyad adalah lantunan yang dianjurkan dibaca setelah salat wajib lima waktu, terutama setelah salat berjamaah. Takbir ini dimulai setelah subuh di hari arafah hingga usai salat asar di hari tasyriq.
Keutamaan Membaca Takbir
Keutamaan membaca takbir pada hari Idul Adha sudah dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits yang berbunyi:
"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya,” (HR Ahmad).
Dalam surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT juga berfirman mengenai anjuran membaca takbir.
ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ماهداكم ولعلكم تشكرون
Artinya: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
Bacaan takbir Idul Adha
اللهُ اكبَرْ، اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد
Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar. Laa illaa haillallahuwaallaahuakbar. Allaahu akbar walillaahil hamd
Artinya : "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah".
Setelah itu dilanjutkan dengan bacaan berikut.
اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن، وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن، لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَق ُوَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه، وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه، لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa. Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyrikuun. Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah. Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Artinya : "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa anNya, Dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke-Esa-anNya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah."
(DNA)
