Cara Mengelola Sampah Anorganik di Rumah

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
11 Juni 2024 15:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi cara mengelola sampah anorganik di rumah. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengelola sampah anorganik di rumah. Foto: Pexels.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sampah anorganik menjadi salah satu jenis sampah terbanyak yang dihasilkan sektor rumah tangga. Sosialisasi terkait cara mengelola sampah anorganik di rumah perlu ditingkatkan agar setiap orang bisa bertanggung jawab dengan limbah yang dihasilkannya.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Buku Saku Pengelolaan Sampah oleh Dian Mawarni (2022), sampah anorganik adalah bahan buangan yang berasal dari material non-organik seperti plastik, kertas, logam, keramik, hingga kaca.
Sampah anorganik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai, bahkan ada yang tidak bisa terurai secara alami. Oleh karena itu, sampah jenis ini perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan dan kesehatan di kemudian hari.

Cara Mengelola Sampah Anorganik

Ilustrasi cara mengelola sampah anorganik. Foto: Pexels.
Sampah anorganik dari plastik menjadi penyumbang terbesar limbah di Indonesia. Mengacu data SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume sampah plastik di Indonesia mencapai 18,67% dari total sampah 23,3 ton per tahun.
Jumlah buangan berbahan kertas dan karton juga cukup besar. Pada tahun 2023, ada 10,56% limbah karton yang jumlahnya mencapai 2,4 juta ton.
ADVERTISEMENT
Sampah anorganik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Tumpukan sampah plastik dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir. Tak hanya itu, zat kimia dalam plastik juga dapat mencemari air, tanah, dan udara sekitar.
Jika masuk ke dalam tubuh, mikroplastik akan merusak sel dan menyebabkan berbagai macam penyakit, mulai dari diare, keracunan, hingga kanker. Kesadaran akan pengelolaan sampah anorganik yang tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah hal tersebut.
Pada dasarnya, pengelolaan sampah anorganik dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah anorganik di rumah.

1. Mengurangi Sampah Anorganik

Pengelolaan sampah anorganik yang paling utama adalah mengurangi konsumsi barang atau produk yang menghasilkan sampah plastik/karton/kaleng. Sebagai gantinya, gunakan produk-produk yang ramah lingkungan dan berbahan alami.
ADVERTISEMENT
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah anorganik, di antaranya mengganti kantong plastik sekali pakai dengan membawa tas belanja, tidak menggunakan alat makan plastik, dan membawa botol minum agar tidak membeli air mineral kemasan.

2. Memanfaatkan Kembali Barang yang Masih Bagus

Cara selanjutnya adalah memilah sampah anorganik. Pisahkan sampah atau barang-barang berbahan plastik, kaleng, atau karton yang kondisinya masih bagus.
Simpan barang yang masih bagus dan gunakan kembali saat diperlukan. Contohnya, memanfaatkan galon air sebagai pot bunga atau mengubah pakaian bekas menjadi kain lap.

3. Daur Ulang Sampah

Prinsip pengelolaan sampah anorganik yang tidak kalah penting adalah daur ulang atau recycle. Daur ulang merupakan proses mengubah sampah menjadi barang yang lebih bernilai dan bermanfaat. Proses daur ulang sampah dapat dilakukan di rumah atau perusahaan pengelola sampah.
ADVERTISEMENT
Raffi Ahmad, Raisa sampai Bu Khofifah mengapresiasi tas daur ulang baliho pemilu, masa kamu nggak? Dapatkan secara eksklusif di kum.pr/merchandise
(GLW)