Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Biaya Listrik Per Bulan yang Bisa Dilakukan Sendiri

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi listrik. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi listrik. Foto: iStock

Sebagai generasi yang hidup di zaman serba digital, listrik rasanya menjadi suatu hal yang wajib dimiliki setiap orang. Apalagi, di masa pandemi seperti sekarang yang mengharuskan segala kegiatan dilakukan di rumah.

Penggunaan alat-alat elektronik, seperti televisi, kipas angin, smartphone, dan laptop pun meningkat. Alhasil, biaya tagihan listrik pun ikut melambung.

Di Indonesia, energi listrik disediakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pembayaran rekening listrik kepada PLN dihitung berdasarkan energi yang telah dikeluarkan oleh sumber listrik dalam jangka waktu tertentu. Selama satu bulan, misalnya.

Bagi Anda yang menggunakan listrik pascabayar, banyaknya penggunaan barang-barang eletktronik tentu membuat khawatir terhadap lonjakan pemakaian listrik. Karena itu, agar tidak was-was dan kaget, penting untuk mengetahui cara menghitung biaya listrik yang benar. Bagaimana caranya?

Cara Menghitung Biaya Listrik

Ilustrasi menghitung biaya listrik. Foto: iStock

1. Mengetahui Tarif Listrik

Sebelum menghitung, cari tahu terlebih dahulu golongan tarif listrik yang digunakan di rumah. Ada yang 900 VA, 2.200 VA, hingga 6.600 VA. Masing-masing tingkatan daya listrik tersebut dikenakan tarif yang berbeda.

Mengutip Penetapan Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik yang diterbitkan Kementerian ESDM, untuk golongan 900 VA, saat ini dikenakan biaya Rp1.352,00 per kWh. Sedangkan, untuk golongan 1.300 VA hingga 6.600 VA ke atas dikenakan biaya yang sama, yaitu Rp1.444,70 per kWh.

2. Mengetahui Daya Barang Elektronik

Setelah mengetahui golongan tarif listrik yang digunakan, langkah selanjutnya adalah mencari tahu jumlah daya (watt) barang-barang elektronik yang sering digunakan di rumah dan berapa lama pemakaiannya. Contoh:

  • 4 lampu 20 watt menyala selama 6 jam. Dayanya adalah 4 x 20 x 6 = 480 watt jam.

  • Mesin cuci 400 watt dipakai selama dua jam sehari. Dayanya adalah 400 x 2 = 800 watt jam.

  • Kulkas 300 watt menyala selama 24 jam. Dayanya adalah 300 x 24 = 7.200 watt jam.

  • TV 75 watt digunakan selama 7 jam per hari. Dayanya adalah 75 x 7 = 525 watt jam.

  • 2 buah AC masing-masing 400 watt dan dinyalakan selama 4 jam per hari. Dayanya adalah = 3.200 watt jam.

  • Setrika listrik 250 watt menyala 1 jam setiap hari. Dayanya adalah = 250 watt jam.

3. Menghitung Biaya Listrik Per Bulan

Sebelumnya, hitung terlebih dahulu jumlah daya yang digunakan per hari. Berdasarkan contoh sebelumnya, maka: 480 + 800 + 7.200 + 525 + 3.200 + 250 = 12.455 watt jam.

Jumlah daya tersebut masih menggunakan satuan watt jam. Untuk mengubahnya menjadi satuan kilowatt jam (kWh), maka: 12.455 watt/1.000 = 12,455 kWh.

Setelah mendapatkan angka tersebut, kalikanlah dengan tarif listrik per golongan. Misalnya, golongan daya listrik yang digunakan adalah 900 VA dengan tarif Rp1.352 per kWh. Maka biaya listrik dalam sehari adalah: 12,455 x 1.352 = Rp16.839,16.

Dengan demikian, untuk menghitung biaya listrik per bulan, maka: Rp16.839,16 x 30 hari = Rp505.174,8.

(ADS)