News
·
5 Mei 2021 17:26

Doa Buka Puasa yang Shahih Berdasarkan Hadist Rasulullah SAW

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
Doa Buka Puasa yang Shahih Berdasarkan Hadist Rasulullah SAW (154754)
Ilustrasi menu buka puasa. Foto: pexels
Salah satu momen yang paling ditunggu umat Muslim saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah waktu berbuka. Di momen ini, lapar dan dahaga yang sudah ditahan selama seharian penuh dapat dihilangkan dengan santapan khas buka puasa.
ADVERTISEMENT
Ada sejumlah etika yang perlu dilakukan seorang Muslim ketika berbuka puasa, salah satunya adalah membaca doa. Bacaan doa hendaknya dipanjatkan dengan sungguh-sungguh. Diriwayatkan bahwa doa orang yang berpuasa tergolong mustajab dan tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Mengutip NU Online, ada beberapa versi doa buka puasa yang dijelaskan dalam beberapa hadits. Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut.

Doa Buka Puasa yang Shahih

Doa buka puasa Ramadhan terbagi menjadi dua versi, yaitu menurut hadits yang diriwayatkan sahabat Mu’adz bin Zuhrah dan hadist yang diriwayatkan Abdullah bin Umar. Berikut bacaan doanya yang dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki (KH. Sulaeman Bin Muhammad Bahri) (2010: 40):
Doa Buka Puasa yang Shahih Berdasarkan Hadist Rasulullah SAW (154755)
Ilustrasi menu buka puasa. Foto: pexels
Doa buka puasa yang diriwayatkan Mu’adz bin Zuhrah
ADVERTISEMENT
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah."
Doa buka yang diriwayatkan Abdullah bin Umar
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya: “Ya Allah, untuk Mu aku berpuasa, dan kepada Mu aku beriman, dan dengan rezeki Mu aku berbuka. Dengan rahmat Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Kedua doa tersebut sama-sama baik dan boleh dibaca. Semuanya dikembalikan lagi kepada preferensi tiap individu yang akan membacanya.
Umumnya masyarakat membaca doa-doa tersebut sebelum menyantap makanan atau minuman di saat masuk waktu maghrib. Padahal, sunahnya adalah membaca doa setelah menyantap hidangan berbuka. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha dalam Hasyiyah I’anah at-Thalibin:
ADVERTISEMENT
“Maksud dari (membaca doa buka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka,”
Meskipun begitu, sebenarnya tidak ada larangan bagi Muslim yang membaca doa sebelum menyantap hidangan berbuka. Namun akan lebih baik jika ia menjemput yang lebih utama di sisi Allah dan Rasul-Nya.
(MSD)