kumparan
search-gray
News4 Juni 2020 15:06

Kisah Nabi Ayub yang Sabar Menghadapi Penyakit Bertahun-tahun

Konten kiriman user
Kisah Nabi Ayub yang Sabar Menghadapi Penyakit Bertahun-tahun (1072546)
Ilustrasi Doa Mohon Disembuhkan Dari Penyakit Foto: Shutterstock
Ini merupakan kisah tentang sebuah ujian bagi Nabi Ayub AS dari Allah SWT. Nabi Ayub AS adalah pribadi yang sabar dan juga sangat taat kepada Allah SWT.
ADVERTISEMENT
Awalnya Nabi Ayub AS sehat wal afiat tanpa suatu kekurangan apapun. Beliau juga merupakan orang yang kaya raya. Hingga Allah SWT memberikan ujian berupa penyakit kepadanya dan juga menguji kefakirannya.
Allah SWT menarik karunia dan harta serta keturunan dari Nabi Ayub AS. Kenikmatan yang biasanya ia miliki lenyap seketika. Allah SWT juga mengambil seluruh keluarganya dan yang tersisa hanya istri dan dua orang saudaranya.
Selama dihadapi ujian itu, Nabi Ayub AS tetap bersabar, tegar, dan tak pernah mengeluh. Selama sakit, Nabi Ayub AS selalu dituntun sang istri bila hendak buang hajat karena badannya terlalu lemah.
Suatu ketika istri Nabi Ayub AS terlambat pulang ke rumah dan membuat Nabi Ayub AS sangat marah. Kemudian Nabi Ayub AS bernazar jika sudah sembuh, ia akan mencambuk istrinya sebanyak seratus kali.
ADVERTISEMENT
Saat Nabi Ayub AS akhirnya sembuh dari penyakit yang dideritanya, ia hendak mencambuk sang istri. Namun ia tak kuasa melakukannya karena istrinya sudah setia menemaninya selama ini.
Meskipun begitu, Nabi Ayub AS merasa berat hati karena belum memenuhi nazarnya. Kemudian Allah SWT memberikan jalan kemudahan baginya.
Allah SWT memerintahkannya untuk mengambil seikat jerami gandum lalu dipukulkan satu kali ke istrinya. Dengan bagitu, Nabi Ayub AS dianggap telah memenuhi nazarnya. Sesuai dalam firman Allah:
“Dan ambillah dengan tanganmu seikat (jerami), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya),” (Q.S. Shâd: 44).
Selain kesembuhan bagi Nabi Ayub AS, Allah SWT juga mengembalikan kekayaannya yang hilang, mengganti anak-anaknya, dan mengirimkan dua awan. Awan-awan itu turun kepada Nabi Ayub, yang satu menaungi gundukan gandum dan yang lainnya menaungi gundukan jewawut.
ADVERTISEMENT
Tiba-tiba awan yang menutupi gundukan gandum mengeluarkan emas dan awan yang menutupi gundukan jewawut mengeluarkan perak. Namun dalam hadis riwayat al-Bukhari dinyatakan bahwa konon pengganti kekayaan Nabi Ayub AS datang dari segerombolan belalang emas.
Nabi Ayub AS sabar sekali menghadapi ujian penyakit ini selama bertahun-tahun. Hadis Rasulullah SAW diriwayatkan oleh Anas ibn Malik, sebagaimana disebutkan Abu Ya’la dan Abu Nu’aim mengisahkan:
إِنَّ نَبِيَّ اللهِ أَيُّوبَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَبِثَ فِي بَلائِهِ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ سَنَةً فَرَفَضَهُ الْقَرِيبُ وَالْبَعِيدُ إلاَّ رَجُلَيْنِ مِنْ إِخْوَانِهِ كَانَا مِنْ أَخَصِّ إِخْوَانِهِ كَانَا يَغْدُوَانِ إِلَيْهِ وَيَرُوحَانِ
Artinya, “Sesungguhnya Nabiyullah Ayub ‘alaihissalam berada dalam ujiannya selama 18 tahun. Baik keluarga dekat maupun keluarga jauh menolaknya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya. Kedua saudara itulah yang selalu memberinya makan dan menemuinya.”
ADVERTISEMENT
Dari kisah Nabi Ayub AS, dapat kita pelajari bahwa dalam menghadapi ujian kita harus selalu sabar dan tak lupa untuk selalu taat kepada Allah SWT. Karena dengan bersabar akan selalu membuahkan kebaikan yang tak terkira.
(AYA)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white