Konten dari Pengguna

Macam-macam Puasa Wajib dan Sunnah untuk Diamalkan Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puasa. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puasa. Foto: iStock

Salah satu cara umat Muslim mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah dengan berpuasa. Ada berbagai macam puasa yang bisa diamalkan dan masing-masingnya memiliki keutamaan serta manfaat besar bagi yang menjalankannya.

Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad, Rasulullah bersabda, “Di surga itu ada sebuah pintu yang disebut dengan ar-Rayyan. Pada hari kiamat nanti, orang yang berpuasa akan lewat melalui pintu itu. Selain mereka, tiada seorang pun yang boleh melewatinya. Apabila semua orang yang berpuasa telah memasukinya, maka pintu itu ditutup sehingga tiada seorang pun yang bisa memasukinya.” (HR. Bukhari, Muslim, Nasa’I, dan yang lainnya)

Mengutip buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti oleh Muhammad Ahsan dan Sumiyati (2014), puasa dibagi menjadi dua macam, yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Adapun macam-macam puasa yang termasuk golongan puasa wajib dan sunnah yaitu:.

Puasa Wajib

Puasa wajib adalah puasa yang harus dilaksanakan setiap Muslim yang sudah baligh dan jika ditinggalkan akan mendapat dosa. Ada empat puasa wajib yang perlu diketahui, yaitu:

1. Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan adalah puasa yang dilakukan di bulan Ramadhan. Puasa ini merupakan rukun Islam keempat yang wajib diamalkan oleh umat Muslim. Perintah mengerjakan puasa Ramadhan telah tercantum dalam Al Quran. Allah berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al Baqarah: 183)

Ilustrasi puasa Ramadhan. Foto: Shutterstock

2. Puasa Nazar

Puasa nazar merupakan puasa yang dilakukan karena mempunyai nazar, yakni janji kebaikan yang pernah diucapkan. Puasa ini wajib dikerjakan apabila keinginan yang dinazarkan telah terpenuhi.

Nazar harus berupa amal kebaikan. Umat Muslim tidak diperbolehkan untuk bernazar dengan amal keburukan atau maksiat.

3. Puasa Qada

Umat Muslim harus mengganti kewajiban puasa yang telah lewat dari waktunya dengan puasa qada. Contohnya, seseorang yang meninggalkan puasa Ramadhan karena sedang haid, maka wajib mengganti atau mengqada puasa tersebut di bulan yang lainnya sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan.

Sementara itu, batas waktu untuk mengqada puasanya yaitu sampai datang bulan puasa berikutnya. Jika tidak dilakukan, wajib hukumnya untuk mengqada serta membayar fidyah.

4. Puasa Kifarat

Puasa kifarat adalah puasa yang wajib dikerjakan karena melanggar suatu aturan yang telah ditentukan. Puasa kifarat wajib dilaksanakan jika tidak mampu memenuhi nazar, berhubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadhan, membunuh secara tidak sengaja, melakukan zihar kepada istri (menyamakan istri dengan ibunya), mencukur rambut ketika ihram, berburu ketika ihram, dan mengerjakan haji dan umrah dengan cara tamattu' atau qiran.

Puasa Sunnah

Ilustrasi puasa sunnah. Foto: Shutterstock

Selain diperintahkan untuk melaksanakan puasa wajib, umat Muslim juga dianjurkan untuk menunaikan puasa sunnah. Dalam pelaksanaannya, puasa sunnah dikaitkan dengan bulan, hari, dan tanggal. Adapun macam-macam puasa sunnah antara lain:

1. Puasa Syawal

Puasa ini dilaksanakan sesudah tanggal 2 Syawal. Jumlah puasa Ssyawal ada enam hari, boleh dikerjakan enam hari berturut-turut atau dilakukan dengan selang-seling, misalnya sehari puasa sehari tidak. Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan, salah satunya pahalanya seperti puasa setahun.

Dari Abu Ayub, Rasulullah bersabda, “Siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal, yang demikian itu (pahalanya) seperti puasa setahun.” (HR. Jama’ah kecuali Bukhari dan Nasa’i)

2. Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, ketika orang yang menunaikan haji sedang wikuf di Padang Arafah. Sedangkan, bagi yang menunaikan ibadah haji tidak disunnahkan untuk mengerjakan puasa ini.

Adapun keutamaan puasa Arafah yaitu dapat menghapus dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Keistimewaan itu tertuang dalam hadits berikut:

Dari Abu Qatadah, Nabi SAW bersabda, puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa dua tahun: satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

3. Puasa Senin dan Kamis

Sesuai namanya, puasa ini hanya dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis. Anjuran untuk mengerjakannya termaktub dalam hadits. Rasulullah bersabda:

Ditempakan amal-amal umatku pada hari Senin dan Kamis dan aku senang amalku ditempakan, maka aku berpuasa.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Selain ketiga puasa di atas, puasa sunnah lainnya di antaranya puasa Daud, puasa Ayamul Bidh, dan puasa Syaban.

(ADS)