Memahami Isi Teks Negosiasi Beserta Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kajian teks bahasa Indonesia ada satu materi teks yang mengajarkan keterampilan dalam bernegosiasi. Teks itu disebut dengan teks negosiasi, atau bentuk interaksi melalui rangkaian kalimat yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama.
Negosiasi sendiri dalam KBBI memiliki arti proses tawar menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama, antara satu pihak dan pihak yang lain.
Maka, teks negosiasi diperuntukkan bagi dua pihak yang sedang ingin mendiskusikan sesuatu. Teks negosiasi juga dapat berbentuk teks dialog dua orang atau lebih yang terlibat dalam keputusan.
Berikut ini adalah struktur dan kaidah kebahasaan teks negosiasi yang dikutip dari buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan (2017) karya Taufiqur Rahman.
Struktur Teks Negosiasi
Struktur teks negosiasi yang bukan bersifat jual beli antara dua pihak, secara umum yaitu sebagai berikut.
Pembukaan (Selamat pagi/siang/sore/...)
Isi (Menuju kepada inti penawaran teks)
Penutup (Terima kasih/Mohon bantuannya/...)
Sementara itu, dalam teks dialog negosiasi memiliki struktur berikut ini.
Orientasi yaitu salam pembuka dalam percakapan negosiasi.
Permintaan yaitu pihak pembeli yang ingin mengetahui barangnya atau menceritakan permasalahan yang dihadapi.
Pemenuhan adalah penjual memberikan barang yang ingin diketahui pembeli untuk memenuhi hasrat ingin tahunya.
Penawaran ialah puncak dalam proses negosiasi antara penjal dan pembeli untuk mencapai kesepakatan
Persetujuan yaitu tahap di mana penjual dan pembeli telah bertemu titik tengahnya.
Pembelian adalah transaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli
Penutup yakni mengakhiri dengan salam negosiasi tersebut.
Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi
Adapun dalam penulisan teks negosiasi atau pada saat melakukan negosiasi, perlu untuk memperhatikan unsur kaidah kebahasan berikut.
Menggunakan bahasa yang persuasif untuk membujuk atau menarik perhatian.
Menggunakan kalimat deklaratif atau kalimat pernyataan.
Bahasa yang sopan dan tertata rapi.
Dalam penulisan teks negosiasi, menggunakan konjungsi (kalau begitu, meskipun, walaupun)
Menggunakan kalimat efektif yang singkat, padat, dan jelas maksud tujuannya.
Biasakan pasangan tuturan yaitu membalas hal yang sama dengan penutur, seperti mengucapkan salam maka wajib dibalas dengan salam kembali.
Menggunakan kata ganti nomina atau frasa nomina seperti saya, kami, Anda.
Kalimat langsung
Kalimat sepakat atau tidak sepakat
Kalimat perbandingan
(HDP)
