Konten dari Pengguna

Mengapa Informasi dalam Artikel Ilmiah Populer Disertai dengan Pendapat Ahli?

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
4 November 2025 12:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mengapa Informasi dalam Artikel Ilmiah Populer Disertai dengan Pendapat Ahli?
Mengapa informasi yang dipaparkan dalam artikel ilmiah populer harus disertai dengan pendapat ahli? Simak artikel ini untuk memahami penjelasannya!
Berita Hari Ini
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi mengapa informasi yang dipaparkan dalam artikel ilmiah populer harus disertai dengan pendapat ahli. Foto: pexels.com/@karolina-grabowska
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa informasi yang dipaparkan dalam artikel ilmiah populer harus disertai dengan pendapat ahli. Foto: pexels.com/@karolina-grabowska
ADVERTISEMENT
Artikel ilmiah populer merupakan tulisan yang menyajikan hasil penelitian atau informasi ilmiah dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Tujuannya agar ilmu pengetahuan dapat diakses oleh masyarakat luas tanpa harus memahami istilah teknis yang rumit.
ADVERTISEMENT
Meski menggunakan bahasa populer, penulisan artikel ilmiah tetap harus mengikuti kaidah ilmiah. Informasi di dalam artikel imiah juga perlu disertai pendapat ahli.
Pertanyaannya, mengapa informasi yang dipaparkan dalam artikel ilmiah populer harus disertai dengan pendapat ahli? Simak artikel ini untuk mengetahui alasannya!

Mengapa Informasi yang Dipaparkan dalam Artikel Ilmiah Populer Harus Disertai dengan Pendapat Ahli?

Ilustrasi mengapa informasi yang dipaparkan dalam artikel ilmiah populer harus disertai dengan pendapat ahli. Foto: pixabay.com/viarami
Artikel ilmiah populer bertujuan menjembatani dunia ilmiah dengan pembaca non-ahli. Artikel ini biasanya diterbitkan di media massa seperti koran, majalah, dan platform digital.
Dalam penulisan artikel ilmiah populer, pendapat ahli kerap disertakan. Alasannya untuk memastikan informasi yang disampaikan valid dan terpercaya.
Berikut beberapa alasan mengapa informasi dalam artikel ilmiah populer harus disertai dengan pendapat ahli:
ADVERTISEMENT

1. Menghindari Bias Pribadi

Mengutip jurnal Perspectives on Politics oleh Christian von Soest dari German Institute for Global and Area Studies, pendapat ahli dalam artikel ilmiah populer membantu mengurangi bias pribadi penulis dan menjaga objektivitas informasi.

2. Kredibilitas

Menurut buku Metodologi Penelitian Pendidikan oleh Dr. Julhadi, MA., dkk., teori atau pendapat ahli menjadi pendukung setiap pernyataan yang ditulis oleh peneliti. Dengan menyertakan pendapat ahli, sebuah karya ilmiah menjadi lebih kredibel dan dapat diterima pembaca luas.

3. Menguji Variabel

Biasanya, artikel ilmiah disusun berdasarkan variabel tertentu. Untuk memastikan variabel tersebut adalah fakta dan bukan asumsi, maka perlu diuji menggunakan teori atau pendapat ahli.

4. Etika Jurnalistik

Karena artikel ilmiah populer diterbitkan di media massa, baik cetak maupun digital, penulisannya harus mematuhi etika jurnalistik. Salah satu ketentuan dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 6/Peraturan-DP/V/2008 menyebutkan bahwa tulisan harus akurat dan berbasis fakta.
ADVERTISEMENT
Denga begitu, pendapat ahli berperan penting untuk menguatkan kebenaran informasi tersebut.

5. Menghindari Plagiarisme

Penulis tidak bisa mengklaim pendapat ahli tanpa mencantumkan sumbernya. Tanpa rujukan yang jelas, tulisan dapat dianggap plagiat dan kebenaran artikel tersebut menjadi diragukan.

Cara Menulis Pendapat Ahli dalam Artikel Ilmiah Populer

Ilustrais menulis artikel ilmiah populer. Foto: pixabay.com/oleksandrpidvalnyi
Ada beberapa cara untuk memasukkan pendapat ahli dalam artikel ilmiah populer. Dihimpun dari buku Pengantar Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi oleh Awalludin, berikut penjelasan caranya:

1. Kutipan Langsung

Pendapat ahli dapat ditulis secara langsung dan harus diapit tanda kutip. Contohnya:
ADVERTISEMENT

2. Kutipan Tidak Langsung

Pendapat ahli juga dapat disampaikan secara tidak langsung yakni dengan mengintegrasikannya ke dalam teks tanpa tanda kutip. Contohnya:
(NSF)