Mengenal 10 Jenis Konjungsi Penerang, dari Aditif sampai Tak Bersyarat

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
7 Desember 2020 12:46
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal jenis konjungsi penerang. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Mengenal jenis konjungsi penerang. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Dalam menulis kalimat bahasa Indonesia, dibutuhkan sebuah penghubung (konjungsi) untuk menyambungkan antar kalimatnya. Salah satu jenis penghubung yang bisa ditemui dalam kalimat ialah konjungsi penerang.
ADVERTISEMENT
Konjungsi penerang merupakan penghubung yang digunakan untuk menjelaskan atau menerangkan suatu kejadian dalam sebuah kalimat. Konjungsi dalam penulisan kalimat Bahasa Indonesia sendiri tidak dapat menghubungkan objek dan menerangkan kata, namun fungsinya lebih kepada penghubung agar suatu kalimat menjadi mudah dimengerti.
Konjungsi penerang dibedakan menjadi 10 jenis. Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui jenis konjungsi penerang.

Jenis Konjungsi Penerang

Mengenal jenis konjungsi penerang. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Mengenal jenis konjungsi penerang. Foto: Pixabay
  1. Konjungsi Aditif yang menghubungkan dua unsur gramatikal seperti frasa, klausa, kalimat, atau paragraf. Kata-kata yang termasuk ialah dan, serta, dan lagipula.
  2. Konjungsi Disjungtif menghubungkan dua unsur kalimat yang berlawanan. Kata yang termasuk dalam konjungsi ini ialah maupun, baik.... baik, atau entah.... entah
  1. Konjungsi Pertentangan menunjukkan konjungsi untuk kalimat yang bertentangan. Contohnya adalah kata sebalikanya, sedangkan, tetapi, sementara itu
ADVERTISEMENT
  1. Konjungsi Final berguna untuk menghubungkan dua unsur yang memiliki kandungan yaitu seperti kata supaya, untuk, dan agar
  2. Konjungsi Waktu berarti konjungsi yang menghubungkan kalimat yang memiliki unsur keterangan waktu
  3. Konjungsi Sebab digunakan untuk menghubungkan kalimat yang memiliki unsur sebab. Seperti kata karena, sebab, karena itu, dan sebab itu
  4. Konjungsi Syarat menghubungkan kalimat yang memiliki unsur syarat di dalamnya. Kata yang termasuk ialah jika, asalkan, kalau, dan apabila
  5. Konjungsi Akibat menghubungkan dua unsur kalimat yang memiliki hubungan akibat. Kata yang termasuk ialah akibatnya dan sehingga
  6. Konjungsi Perbandingan menghubungkan dua kalimat yang membandingkan contoh kata nya adalah bagaikan, seperti, ibarat, dan seumpama
  7. Konjungsi Tak Bersyarat menghubungkan dua kalimat yang tidak bersyarat seperti contohnya adalah kata biarpun, meskipun, dan walaupun.
ADVERTISEMENT
(HD)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·