Tekno & Sains
·
14 Maret 2020 9:36

Mengetahui Fenomena Sleep Paralysis Secara Medis

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
Mengetahui Fenomena Sleep Paralysis Secara Medis (1992)
Ilustrasi sleep paralysis. Foto: Pinterest
Di Indonesia, sleep paralysis sering disalah artikan sebagai peristiwa ketindihan makhluk halus saat tidur. Hal ini tentunya tidak bisa dikatakan benar.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, fenomena ini terjadi karena mekanisme otak dan tubuh sedang berjalan tidak selaras. Sehingga membuat tubuh menjadi lumpuh sementara.
Tak jarang kejadian ini bisa membuat Anda sampai berhalusinasi. Anda akan beranggapan ada seseorang yang berada di atas atau dekat dengan tubuh. Hal inilah yang membuat sleep paralysis kerap dikaitkan dengan hal mistis.
Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih jauh, ada baiknya simak uraian mengenai sleep paralysis berikut ini.

Mengenal sleep paralysis

Sleep paralysis merupakan salah satu jenis Parasomnia. Di mana Parasomnia memiliki arti sekumpulan gangguan tidur yang menimbulkan kejadian tidak terduga saat melewati fase tidur.
Kelumpuhan sementara ini bisa didasari oleh beberapa faktor, salah satunya gangguan mental. Hal ini didukung oleh beberapa hasil penelitian yang mengatakan orang dengan schizophrenia, cenderung sering mengalami sleep paralysis.
ADVERTISEMENT

Bagaimana proses terjadinya?

Saat tidur, tubuh akan masuk ke fase pergantian antara tidur Non-Rapid Eye Movement (NREM) dan tidur Rapid Eye Movement (REM). Tubuh akan mengalami perasaan rileks ketika dalam fase NREM. Setelah fase NREM selesai, tubuh akan mulai memasuki fase REM.
Selama fase REM, otot tubuh akan dimatikan dan Anda dapat merasakan yang namanya mimpi di fase ini. Sleep paralysis terjadi karena pikiran Anda kembali sadar sebelum fase REM berakhir. Kondisi ini akan menyebabkan Anda berhalusinasi, karena otak belum siap mengirimkan sinyal ke tubuh untuk bangun.
Hal ini membuat tubuh berada pada kondisi setengah sadar. Akibatnya, tubuh akan terasa kaku, sulit bernapas dan tidak bisa bicara.
ADVERTISEMENT

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya?

Hal penting yang perlu dilakukan ketika mengalami sleep paralysis adalah jangan panik. Sebab panik dapat membuat tubuhmu semakin tertekan.
Cara terbaik untuk mengatasinya Anda bisa mengambil napas sedalam mungkin, lalu menghembuskannya secara paksa. Selain itu, Anda bisa mencoba menggerakkan jari-jari kaki atau tangan sebagai bentuk perlawanan. Dengan kedua cara tersebut dapat membantu Anda terlepas dari kelumpuhan tidur.
Beruntung, kelumpuhan tidur ini hanya terjadi dalam waktu yang singkat. Gilliam dalam jurnalnya pada 2008 mengatakan, keadaan sleep paralysis ini bisa terjadi selama beberapa menit hingga dua puluh menit.
(RAA)
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white