Konten dari Pengguna

Penyebab Gempa Bumi dan Jenis-jenisnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kondisi gedung sekolah yang rusak setelah gempa bumi di komunitas pedesaan Langarishoh, Tajikistan. Foto: Didor Sadulloev/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi gedung sekolah yang rusak setelah gempa bumi di komunitas pedesaan Langarishoh, Tajikistan. Foto: Didor Sadulloev/Reuters

Gempa bumi adalah bencana alam yang terjadi ketika bumi bergetar akibat pergerakan lapisan batuan pada kulit bumi secara tiba-tiba karena pergerakan lempeng tektonik. Bencana alam ini datang secara tiba-tiba tanpa pertanda yang jelas.

Mengutip buku Mencerdasi Bencana oleh Ella Yulaelawati, gempa bumi sangat sulit diperkirakan datangnya. Kemudian resiko yang ditimbulkan pun sangat dahsyat dan mematikan.

Penyebab gempa bumi sangat beragam, bergantung pada sumber terjadinya. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang beberapa macam gempa bumi lengkap dengan penyebab terjadinya.

Penyebab Gempa Bumi

Mengutip buku Empat Bencana Geologi yang Paling Mematikan karya Kartono Tjandra, sumber terjadinya gempa bumi dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik, serta gempa longsoran, runtuhan tebing, dan amblesan tanah.

Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images

1. Gempa Tektonik

Gempa tektonik dikenal juga sebagai gempa yang disebabkan oleh terjadinya retakan atau patahan (dislokasi) kulit bumi secara tiba-tiba akibat terlepasnya tegangan (tension) pada kulit bumi. Gempa bumi ini menimbulkan gelombang (energi) elastis yang merambat melintasi lapisan-lapisan kulit bumi.

Selain itu, gempa tektonik juga bisa disebabkan oleh sesar atau patahan aktif. Pusat gempanya dapat terjadi di darat maupun di laut.

Gempa tektonik memiliki kekuatan yang dahsyat sehingga dapat menimbulkan tingginya jumlah korban jiwa maupun harta benda. Gempa tektonik menjadi salah satu bencana geologi yang paling mematikan.

2. Gempa Vulkanik

Gempa vulkanik, sering disebut juga sebagai gempa gunung api yang disebabkan oleh tekanan magma dalam tubuh gunung api. Gempa ini dapat terjadi sebelum, saat, dan sesudah terjadinya letusan.

Gempa vulkanik yang dominan berkisar antara 1-5 Hz. Walaupun gempa vulkanik umumnya berkekuatan rendah (dengan kekuatan di bawah 5 skala Richter) tetapi gempa vulkanik dapat berperan sebagai pemicu terjadinya bencana tanah longsor.

3. Gempa Longsoran

Gempa longsoran disebut juga sebagai gempa runtuhan. Gempa ini disebabkan oleh getaran yang terjadi akibat runtuhan atau tanah longsor bervolume besar.

Umumnya gempa ini berskala kecil dan hanya dapat dirasakan di sekitar lokasi kejadian tanah longsor. Namun demikian, ada beberapa gempa longsoran yang getarannya dapat dirasakan hingga ribuan kilometer.

Ilustrasi gempa di Jawa Timur. Foto: BMKG

Kedalaman Gempa Bumi

Gempa bumi memiliki kedalaman yang beragam. Pertama adalah gempa bumi dangkal yang terjadi pada kedalaman kurang dari 70 kilometer. Kedua adalah gempa bumi menengah yang terjadi pada kedalaman kurang dari 300 kilometer. Terakhir adalah gempa bumi dalam terjadi pada kedalaman lebih dari 300 kilometer.

Semakin dangkal suatu gempa, maka efek goncangan yang ditimbulkan akan semakin hebat. Ini karena gempa bumi dalam mengalami pelemahan energi akibat jarak yang jauh sehingga tidak terlalu terasa getarannya.

(MSD)