Phubbing: Arti, Dampak Buruk, dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semakin berkembangnya internet dan era digital, banyak sekali istilah-istilah baru yang diserap dari berbagai kata. Istilah tersebut mungkin terdengar asing di telinga, namun sebenarnya kerap dijumpai pada kehidupan sehari-hari, salah satunya phubbing.
Mengutip buku Nubar - Stop Phubbing! (Jabar #13), istilah phubbing pertama kali muncul pada Mei 2012 olehsebuah biro iklan di Australia. Phubbing sebetulnya merupakan gabungan dari kata phone, artinya ponsel dan snubbing yang artinya menghina.
Bila disimpulkan, phubbing adalah sebuah tindakan menyakiti orang lain saat interaksi sosial sebab, lebih fokus pada ponselnya. Selain merupakan perilaku yang tidak sopan, phubbing juga berdampak buruk jika dilakukan secara terus menerus.
Pasalnya, phubbing dapat mengganggu kepekaan diri untuk merasa benar-benar hadir dan terlibat dengan orang-orang di sekitarnya. Seseorang mungkin hadir secara fisik di hadapan orang lain, namun perhatiannya teralihkan sepenuhnya ke ponsel.
Untuk lebih jelasnya, simak dampak buruk dan cara mengatasi phubbing melalui ulasan berikut ini
Dampak Buruk Phubbing bagi Kesehatan Mental
Phubbing dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan mental pelaku maupun korban. Bagi korban phubbing mungkin akan merasa dikucilkan dan ditolak saat berinteraksi yang tentunya dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang.
Penelitian yang diterbitkan Journal of Applied Social Psychology menunjukkan, korban phubbing akan terjerumus dalam kegiatan atau pola yang serupa. Phubbing dapat mengancam empat kebutuhan dasar manusia secara sosial, yakni rasa memiliki, harga diri, keberadaan yang berarti, dan kontrol.
Mereka akan mengisi kekosongan interaksi tersebut ke ponselnya. Pada akhirnya ini akan menjadi lingkaran setan yang memperburuk kondisi hubungan sosial maupun mental semua pihak.
Tips Mengatasi Perilaku Phubbing
Bagi Anda yang sulit untuk mengalihkan perhatian dari gawai atau media sosial, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perilaku tersebut, antara lain:
1. Jauhkan ponsel saat sedang makan
Saat waktu makan telah datang, jauhkan ponsel dari pandangan dan ubah mode ponsel menjadi “jangan ganggu” atau silent. Mulai berinteraksi dengan teman secara tatap muka dan lakukan obrolan yang ringan. Pada awalnya mungkin akan merasa tidak nyaman dan ingin segera melihat ponsel, namun secara bertahap Anda akan mulai terbiasa.
2. Tinggalkan ponsel
Penyebab utama seseorang melakukan phubbing adalah ponsel yang selalu berada dalam jangkauan saat sedang berinteraksi dengan orang lain, seperti di dalam saku atau tas.
Anda dapat mencoba sesekali meninggalkan ponsel untuk sejenak. Misalnya meninggalkannya di dalam mobil atau laci meja. Hal ini dapat mencegah seseorang untuk melakukan phubbing ketika berinteraksi tatap muka.
3. Batasi penggunaan ponsel
Tidak bisa dipungkiri bahwa ponsel zaman sekarang memiliki peranan yang penting. Namun, Anda dapat mencegahnya dengan membatasi penggunaan ponsel. Atur waktu dengan tepat saat akan menggunakannya ketika sedang berinteraksi dengan orang lain.
(ANS)
Frequently Asked Question Section
Apakah phubbing berbahaya?

Apakah phubbing berbahaya?
Phubbing dapat berdampak buruk jika dilakukan secara terus menerus.
Bagaimana mencegah perilaku phubbing?

Bagaimana mencegah perilaku phubbing?
Anda dapat melakukan 3 cara seperti membatasi penggunaan ponsel, jauhkan ponsel ketika makan, dan tinggalkan ponsel di suatu tempat untuk sejenak.
Apa efek phubbing bagi kesehatan mental?

Apa efek phubbing bagi kesehatan mental?
Phubbing dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan mental pelaku maupun korban seperti merasa dikucilkan dan ditolak saat berinteraksi.
