News
·
27 Februari 2021 11:07

Profil Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan yang Ditangkap KPK

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
Profil Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan yang Ditangkap KPK (71293)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat berkunjung ke gedung KPK pada 5 September 2018. Foto: Eny Immanuella Gloria/kumparan
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah terciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Pria berusia 57 tahun itu ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2) malam atas dugaan kasus korupsi.
ADVERTISEMENT
"Benar, Jumat, 26/2/2021, tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," ujar Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Sabtu (27/2).
Mengutip kumparanNEWS, Nurdin Abdullah ditangkap di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar, Sulawesi Selatan. Tidak sendiri, Nurdin juga ditangkap bersama beberapa orang lainnya, seperti ajudan, kontraktor, hingga pejabat Dinas PU Pemprov Sulsel.

Profil Nurdin Abdullah

Profil Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan yang Ditangkap KPK (71294)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat melaunching pelaksanaan vaksinasi corona di RS Dadi Makassar, Kamis (14/1). Foto: Dok. Istimewa
Nurdin Abdullah lahir pada 7 Februari 1963 di Pare-pare, Sulawesi Selatan. Ia menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan Periode 2018-2013 dan didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Nurdin mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMAN 5 Makassar, Sulsel. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas).
ADVERTISEMENT
Setelah lulus pada 1986, Nurdin Abdullah melanjutkan studinya di University Kyushu, Jepang. Usai mendapat gelar master, ia kembali melanjutkan studi S3 Doktor of Agriculture di universitas yang sama. Pada 1991, Nurdin berhasil mendapat gelar Doktornya.
Nurdin Abdullah meniti kariernya sebagai seorang akademisi dan pengusaha. Ia sempat menempati sejumlah jabatan struktural di universitas hingga perusahaan swasta.
Tidak hanya itu, dirinya juga dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Kehutanan di Universitas Hasannudin dan menjadi Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar.
Karier politik Nurdin mulai disoroti publik ketika dirinya menjabat sebagai Bupati Bantaeng untuk dua periode, yakni 2008-2013 dan 2013-2018.
Kala itu, dirinya sukses membenahi pelayanan kesehatan Bantaeng dengan kehadiran layanan mobile ambulans. Tak sampai di situ, Nurdin juga memajukan perekonomian Bantaeng selama tujuh tahun.
ADVERTISEMENT
Pada 2018, Nurdin berhasil naik menjadi Gubernur Sulawesi Selatan bersama Andi Sudirman Sulaiman sebagai Wakil Gubernur Sulsel. Dirinya diusung oleh tiga parpol sekaligus, yaitu PDIP, PKS, dan PAN.
Di samping kariernya di bidang politik, Nurdin Abdullah juga telah mencetak sejumlah prestasi. Di antaranya Penghargaan Healt Award 2017, Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, hingga Tokoh Perubahan dari surat kabar Republika.
(GTT)