kumparan
6 Feb 2019 10:53 WIB

Cuaca Dingin Ekstrem, Celana Pria Amerika Serikat ini Bisa Berdiri

Celana beku disusun hingga berdiri saat suhu ekstrem di Ameria Serikat. (Foto: Instagram/tomgrotting)
Tidak selalu mengenai berita buruk, Polar Vortex yang membekukan beberapa wilayah di Amerika Serikat ditanggapi dengan kegiatan yang kreatif. Menurunnya temperatur yang memecahkan rekor suhu terdingin di negeri Paman Sam, membuat pria asal Minnesota dapat melakukan hal nyentrik: membekukan celana.
ADVERTISEMENT
Pria asal Minneapolis bernama Tom Grotting mulai membekukan celana pada tahun 2013. Hal yang ia lakukan lantaran terinspirasi dari suhu yang dibawa Polar Vortex menurun hingga di bawah nol derajat di lingkungannya. Ide gila pria ini kemudian mulai diikuti oleh beberapa tetangganya.
Kini Polar Vortex kembali membawa suhu dingin yang ekstrem, menjadi perbincangan di negara tersebut.
Tom Grotting berpose bersama celana berdirinya. (Foto: Instagram/tomgrotting)
Dilansir dari Huffingtonpost, Tom dan kakaknya, John, mengunjungi Northfield, Minnesota, untuk melihat pertandingan serta pembukaan area lapangan hoki baru. Suhu yang saat itu sangat dingin dijadikan kesempatan oleh Tom membawa celana jeans lebih untuk ia bekukan. Pertama-tama ia rendam celana tersebut, kemudian dibawa menggunakan ember.
Sebelum pertandingan, Tom dan John menaruh celana tersebut di depan papan nama restoran. Saat kembali mereka menemukan celananya menjadi beku sekeras batu. Sambil menunggu pertandingan yang belum dimulai, akhirnya mereka memutuskan untuk menata pose celana yang beku tersebut hingga berdiri.
Celana beku Tom Grotting di depan papan nama restoran. (Foto: Instagram/tomgrotting)
Hal yang dilakukannya tersebut menginspirasi Tom untuk membuat tantangan bagi tetangganya untuk membekukan celana mereka saat temperatur turun di bawah angka minus 28℃. Ia memposting video di kanal Youtube dan Instagram dengan tema cara detil membuat celana beku yang berdiri.
ADVERTISEMENT
Suhu ekstrem di beberapa wilayah barat AS terjadi karena fenomena Polar Vortex. Fenomena ini disebabkan oleh angin kencang yang membawa suhu ekstrem yang biasanya berputar di Kutub Utara terbang ke arah selatan.
Tercatat menurunnya temperatur karena fenomena tersebut mencapai -22℃ hingga -50℃. Karena suhu ekstrem ini juga, setidaknya delapan orang dilaporkan tewas sejak Sabtu lalu di Michigan, Iowa, Indiana, Illinois, Wisconsin dan Minnesota. Beberapa kota di AS pun kini menambah jumlah rumah penghangat bagi tunawisma dan lansia. (Ang) Baca lebih banyak berita mengenai artis/seleb/sepak bola/info unik lebih nyaman di aplikasi kumparan. Download aplikasi Android di sini. Download aplikasi iOS di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan