kumparan
29 Desember 2018 15:17

Digerebek Polisi, Ini Fakta Aksi Pornografi di Live Streaming Joy Live

Penangkapan tiga tersangka pembuat dan penyebar konten pornoaksi. (Sumber: YouTube)
ADVERTISEMENT
Tim Vipers Polres Tangerang Selatan menangkap tiga orang tersangka yang diduga melakukan dan menyebarkan aksi pornografi pada Selasa (25/12) di sebuah kontrakan di Serpong, Tangerang Selatan. Tersangka berinisial M, He, dan AR, telah melakukan aksinya melalui layanan aplikasi live streaming Joy Live selama satu bulan.
1. Membayar Rp 200 ribu Sekali Tonton
Ilustrasi pembayaran. (Foto: Unsplash)
Pelaku mendapatkan keuntungan dari melakukan dan menyiarkan aksi pornografi melalui bayaran dari penonton. Tindakan cabul tersebut baru akan disiarkan setelah minimal 20 penonton mentrannfer uang mereka ke rekening pelaku dengan harga Rp 200 ribu sekali tonton.
2. Pelaku Masih Berusia 18 Tahun
Ilustrasi remaja. (Foto: Unsplash)
Pelaku berinisial M yang tampil dalam live streaming porno merupakan remaja berusia 18 tahun. Sementara dua pelaku lainnya yang bertugas menyiarkan serta mengumpulkan uang dari penonton yaitu He 25 tahun dan AR 23 tahun.
ADVERTISEMENT
3. Terancam Penjara Paling Lama 15 Tahun
Ilustrasi penangkapan. (Foto: Unsplash)
Ketiga tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Orang (PTPO), dan atau pasal 29 dan atau 30 dan atau 33 dan atau 34 Undang-Undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Mereka juga disangkakan pasal 45 ayat (1) Undang-Undang nomor 16 tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
4. Mendapat Laporan dari Masyarakat
Ilustrasi pihak kepolisian. (Foto: Unsplash)
Tindakan kriminal ini dilaporkan oleh masyarakat setempat kepada polisi. Menanggapi hal tersebut Tim Vipers Polres Tangerang Selatan melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap tersangka saat sedang melakukan aksinya.
5. Polisi Akan Mencari Tau Pengakses Aplikasi
Ilustrasi pengakses konten. (Foto: Unsplash)
ADVERTISEMENT
Pihak kepolisian akan bekerja sama dengan pihak pengelola uang (Bank) untuk menyusuri siapa saja pengakses atau pembayar layanan penyedia konten pornografi tersebut.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan