Pencarian populer
USER STORY

Sekolah ini Ancam Skors Siswa yang Tak Beberkan Akun Media Sosialnya

Sebuah sekolah di Jepang paksa muridnya beberkan akun media sosial mereka. (foto: Unsplash)

Memiliki lebih dari satu akun media sosial kini sudah menjadi hal lumrah dilakukan banyak orang untuk berinteraksi melalui jaringan internet. Namun, tak semua orang rela membiarkan isi media sosial mereka terlihat oleh orang lain, hal ini yang membuat sebagian orang memilih mengunci atau membuat media sosial dalam mode private.

Sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Jepang terapkan sebuah aturan yang terbilang tidak biasa. Sekolah ini bagikan formulir kepada seluruh siswanya yang mengharuskan setiap siswa cantumkan semua nama akun media sosial yang mereka miliki.

Selain nama akun media sosial, lembar formulir itu juga menanyakan berapa banyak teman yang siswanya miliki di media sosial. Kabar ini disebarkan oleh pengguna Twitter berusia 16 tahun dengan akun @asanansonsi.

Melansir World of Buzz, dalam unggahannya, akun tersebut unggah foto dari lembar formulir yang disebarkan oleh sekolah kepada seluruh siswanya. Seperti yang diterjemahkan oleh SorayaNews24, sekolah ini berencana memonitor media sosial seluruh siswanya demi mencegah masalah yang bisa terjadi akibat media sosial.

"Ini untuk kalian yang menjawab 'ya' menggunakan media sosial. Dalam rangka mencegah masalah yang ditimbulkan media sosial, sekolah ini melakukan patroli internet. Untuk mencegah masalah, tolong tuliskan ID akun media sosial yang anda gunakan." tulis keterangan dalam lembar formulir tersebut.

Sadar bahwa siswanya bisa saja menuliskan akun palsu mereka di lembar formulir tersebut, pihak sekolah memberi ancaman tegas. Bila para murid ketahuan menggunakan akun media sosial lain selain yang mereka cantumkan dalam lembar formulir, maka mereka bisa diskors.

"Siswa tidak diperbolehkan menggunakan akun media sosial lain selain yang ditulis di formulir ini. Jika ketahuan menggunakan akun media sosial lain yang tidak tercantum dalam formulir, maka siswa akan diskors." tulis keterangan selanjutnya dalam lembar formulir.

Ternyata pengguna akun tersebut mengaku telah mencoba untuk memprotes kebijakan ini kepada pihak sekolah. Namun, gurunya hanya menyarankan dirinya untuk berhenti bersekolah di tempat mereka jika tidak setuju dengan peraturan baru ini.

Salah satu solusi atas peraturan baru ini menurut @asanansonsi adalah dengan mengunci akun media sosialnya, namun tetap menyerahkan nama akun mereka kepada pihak sekolah.

(rin)

Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.

Download aplikasi Android di sini.

Download aplikasi iOS di sini.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: