kumparan
2 Sep 2019 18:38 WIB

Viral Lagi, Bos Taksi Malaysia Sebut Pemerintah RI Buat Rakyat Miskin

Datuk Shamsubahrin Ismail, pendiri Big Blue Taxi asal Malaysia. Foto: Instagram/@datukshamsubahrin
Pernyataan Pendiri Big Blue Taxi asal Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail, kembali menuai kontroversi. Shamsubahri sebelumnya mendapat protes setelah mengeluarkan pernyataan yang dinilai menghina Indonesia.
ADVERTISEMENT
Kini Shamsubahri menyalahkan pemerintah Indonesia atas kemiskinan rakyatnya. Pernyataan Shamsubahri terekam dalam video yang kemudian viral setelah diunggah beberapa akun di media sosial, termasuk akun gosip Instagram @lambe_turah.
Dalam video, Shamsubahrin terlihat sedang berada dalam mobil yang melaju. Shamsubahrin kemudian mengatakan bahwa kemiskinan Indonesia merupakan kesalahan pemerintah. Shamsubahrin juga mengatakan bahwa seharusnya pemerintah Malaysia tidak mengikuti jejak pemerintah Indonsia.
Loading Instagram...
"Rakyat Islam Indonesia tak salah kalau dikatakan miskin, yang salah itu adalah kerajaan Indonesia, pemerintah Indonesia yang salah." ujar Shamsubahrin.
Selain itu Shamsubahrin mengatakan tidak ingin membiarkan pemuda Malaysia mendapat gaji tidak tetap dengan menjadi pengemudi jasa ojek online Gojek. Pernyataannya ini merupakan lanjutan dari sikap Shamsubahrin yang menolak kehadiran Gojek di Negri Jiran.
ADVERTISEMENT
"Ini negara miskin, kita negara kaya. Kalau Indonesia anak muda bagus, dia tak keluar, keluar negara untuk cari kerja. Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta,” kata Shamsubahrin dalam video sebelumnya viral.
Shamsubahrin pun sudah menyampaikan permintaan maaf atas penyataannya itu melalui konferensi pers pada Rabu (28/8). Shamsubahrin mengaku WhatsApp miliknya dibanjiri protes dari warga Indonesia.
Namun tidak berselang lama setelah permintaan maafnya, Shamsubahrin kembali memberikan penyataan yang tidak kalah kontroversial. Shamsubahrin memang menjadi salah satu pengusaha lokal Malaysia yang menolak kehadiran jasa ojek online Gojek di Malaysia.
Shamsubahrin mengkritik keputusan kabrinet Mahathir yang memberi sinyal kepada Gojek untuk masuk ke Malaysia. Apalagi sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq ungkap keinginannya untuk bawa Gojek ke Malaysia melalui unggahannya di Instagram.
ADVERTISEMENT
Bukan tanpa alasan, pernyataan Syed Syaddiq adalah respons atas pertemuan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Menteri Transportasi Anthony Loke, Syed Saddiq, bersama CEO dan Founder Gojek Nadiem Makarim, serta President Gojek Andre Soelistyo, pada Senin (19/8).
Pernyataan Shamsubahrin juga dikecam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia dan para pengemudi ojek online. Mereka juga sempat berencana mengepung kedubes Malaysia di kabasan Kuningan Jakarta.
(rin)
Baca lebih banyak berita mengenai berita heboh/berita artis/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan