Aminudin, Petarung MMA dari Kobar yang Jalani Debut Manis

Konten Media Partner
20 Oktober 2021 8:02
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Aminudin (tengah)
zoom-in-whitePerbesar
Aminudin (tengah)
ADVERTISEMENT
PANGKALAN BUN – Petarung asal Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat dari sasana Tim Asta MMA Bogor, Aminudin mengawali debut manis di One Pride Mixed Martial Arts (MMA).
ADVERTISEMENT
Aminudin sukses menang atas Salmri Pattisamallo dengan decision, di Fight Night 50 One Pride MMA.
Dalam duel yang disiarkan tvOne, pada Sabtu malam, (16/10/2021) lalu, Aminudin unjuk kebolehan sebagai petarung debutan di kelas atomweight (48 kg).
Diketahui, Aminudin dan keluarga besarnya menjalani kehidupan pribadi apa adanya dan terbilang sulit.
Masa kecil Aminudin yang lahir di Rt.20 Rw.05 Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, mulai menyukai olahraga keras ini sejak kanak-kanak, Aminudin kecil suka berkelahi dengan teman sebayanya.
Anak dari pasangan Almarhum Muksin dan Suharni ini kini menjadi juara di One pride MMA TVONE. Pria Kelahiran 5 april 1997, lulusan SMKN 1 Pangkalan Bun ini, menceritakan awal kisah perjalanan karirnya.
ADVERTISEMENT
“Almarhum bapak saya kerja sebagai pasukan kuning, ibu saya bekerja sebagai buruh tani saat itu, sejak kecil saya suka berkelahi dan saya sering dimarahi kedua orang tua saya,” tuturnya.
“Menginjak remaja saya bukannya berhenti berkelahi, justru semakin hobi berkelahi,” kata Aminudin saat di konfirmasi via Telepon, Selasa (19/10/2021).
Aminudin mengakui bahwa awal karier nya berawal dari kesukaanya berantem di jalanan, basicnya bukan sebagai atlit tinju bebas, lama kelamaan saya berfikir dengan kesukaan saya berantem saya berkeinginan agar kesukaan saya berantem bisa tersalurkan.
Saat itu Aminudin mencoba dan mencari tahu agar hobinya bisa tersalurkan, Aminudin pun mencoba menghubungi admin dari sasana Tim Asta MMA Bogor.
Lanjut Aminudin, saat itu pula dirinya mendapat jawaban dari admin bahwa di sasana Asta MMA Bogor tidak ada latihan secara online, mau tidak mau sayapun ngumbulin uang agar bisa beli tiket untuk bisa berangkat ke Bogor.
ADVERTISEMENT
“Awal berlatih badan saya hancur sampai bibir pecah, tapi saya tidak menyerah dan terus berusaha agar bisa diterima di sasana Asta MMA Bogor,” ujar Aminudin.
Karena keseriusan dan pantang menyerahnya saat awal dicoba, akhirnya ia bisa diterima di sasana Asta MMA Bogor.
“Saat ini saya dibimbing dan dilatih oleh Coach Sumaryo dan Sumardi, berkat arahan dan bimbingan kedua Coach ini saya bisa berlatih dengan benar dan Alhamdulillah bisa seperti sekarang,” tandasnya. (Yusro Intim)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·