kumparan
Tekno & Sains23 Mei 2020 12:35

Jenis Kamera yang Perlu Kamu Tahu dan Perhatikan Saat Beli Smartphone

Konten kiriman user
cover jenis kamera.jpg
jenis kamera pada smartphone. Foto: dok
Ponsel cerdas atau smartphone sudah menjadi alat yang sangat akrab di keseharian kita. Ia kini hadir dengan beragam fungsinya, mulai dari aplikasi yang membantu pekerjaan hingga mengatur jadwal sehari-hari.
ADVERTISEMENT
Banyak juga orang yang membeli smartphone karena punya fasilitas kamera berkualitas sebagai penunjang fotografi. Lalu bagaimana caranya agar kamu tahu sebuah HP punya kamera yang memiliki kualitas jepretan mumpuni?
Berikut hal-hal yang perlu kalian perhatikan terkait kamera smartphone sebelum membelinya.

Beragam Jenis Kamera

Triple dan quad kamera seakan sudah menjadi standar yang harus dimiliki ponsel saat ini, bahkan HP seharga Rp 2-3 jutaan sekali pun. Namun, sebenarnya apa fungsi dari kamera-kamera tersebut?
Umumnya ada enam jenis kamera yang tersaji di smartphone saat ini, yaitu kamera standar atau utama, kamera ultra-wide, kamera telephoto atau periscope zoom, kamera macro, kamera monochrome, dan depth sensor/3D ToF sensor.

1. Kamera Standar atau Utama

Dulu, ini adalah satu-satunya kamera yang tersedia di smartphone yang mampu memotret objek tanpa memperbesar atau memperkecil. Kamera ini biasanya paling sering digunakan karena tidak ada opsi lainnya.
ADVERTISEMENT

2. Kamera Ultra-Wide

LG adalah yang pertama menerapkan jenis kamera belakang ini pada tahun 2016. Perangkat tersebut bisa mengambil gambar dengan bidang pandang atau perspektif yang lebih luas dibandingkan kamera utama.
Selain itu, kamera jenis ini sangat ideal digunakan untuk pemotretan berkelompok, bangunan atau arsitektur, serta pemandangan.
Kamu sudah bisa mendapatkan ponsel dengan kamera ultra-wide mulai dari harga Rp 2-3 jutaan. Jangan berharap untuk bisa menemukannya di bawah banderol tersebut untuk saat ini dengan kondisi ponsel baru.

3. Telephoto atau Periscope Zoom

Kamera ini mampu menampilkan hasil jepretan yang diperbesar. Umumnya dengan pembesaran optikal 2-3 kali. Ini menjadi kamera Periscope fitur kekinian karena menggunakan prisma untuk memperbesar lebih jauh, antara 4 dan 6 kali optical zoom.
ADVERTISEMENT
Beberapa merek ponsel yang dipersenjatai kamera telephoto antara lain, Huawei P30 yang memiliki kamera telefoto 3 kali dan dapat memberikan bidikan zoom hibrida 5 kali.

4. Kamera Makro

Sensor ini adalah tambahan yang relatif baru di dunia smartphone. Ia memungkinkan kamu mengambil bidikan makro (gambar close-up yang ekstrim) dari objek kecil, seperti serangga, bunga, dan koin. Salah satu HP yang memiliki jenis kamera tersebut adalah OnePlus 7T.

5. Kamera Monokrom

Jenis kamera ini sudah mulai jarang terpasang di ponsel. Huawei diketahui menjadi yang pertama menawarkan ponsel dengan sensor monokrom sekunder. Kamera ini digunakan untuk mengambil foto hitam-putih secara murni. Hasilnya tentu berbeda dengan foto berwarna yang diubah menjadi black and white melalui filter.
ADVERTISEMENT
Kamera monokrom juga dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja cahaya rendah. Sebab, kurangnya filter warna meningkatkan kemampuan pengumpulan cahaya.

6. Depth atau 3D ToF Sensor

Kamu sebenarnya tidak dapat mengambil foto khusus dengan jenis kamera ini. Sebab, kamera ini biasanya digunakan untuk mengambil informasi tambahan saat mengambil foto melalui kamera utama.
Dept sensor sering digunakan pada foto mode potret dan memberikan informasi untuk memastikan bahwa objek berada dalam keadaan fokus, sementara latar belakangnya tidak. Sensor ToF 3D pada dasarnya sensor untuk menangkap informasi yang lebih akurat.
Biasanya kamu akan menemukan Dept sensor di ponsel yang lebih murah. Sementara ponsel kelas atas menawarkan sensor 3D ToF.
Beberapa ponsel bahkan tidak memiliki keduanya dan menggunakan kamera telefoto atau perangkat lunak untuk menangkap informasi yang mendalam. Faktanya, banyak ponsel menggunakan mode potret berbasis perangkat lunak untuk kamera selfie.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan