Konten dari Pengguna

4 Tradisi Malam Takbiran di Beberapa Daerah Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi malam takbiran, Photo by Craig Adderley on  https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi malam takbiran, Photo by Craig Adderley on https://www.pexels.com/

Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh, akhirnya tiba juga di hari kemenangan, Idul Fitri. Untuk menyambut hari istimewa tersebut, umat muslim di seluruh dunia khususnya di Indonesia, menyemarakkannya dengan berbagai kemeriahan di malam takbiran. Malam selepas Isya di hari terakhir ibadah puasa. Apa saja kebiasaan atau tradisi takbiran yang ada di beberapa daerah di Indonesia? Baca sampai tuntas artikel ini untuk mengetahuinya.

4 Tradisi Malam Takbiran di Indonesia

Malam Takbiran adalah malam di mana umat muslim melakukan berbagai keceriaan menyambut datangnya Idul Fitri, hari kemenangan setelah sebulan penuh menahan lapar, haus, dan hawa nafsu. Di malam tersebut, umat muslim mulai mengumandangkan takbiran:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.”

Tak sedikit yang mengumandangkan lafadz tersebut sambil berjalan kaki bersama-sama di jalan-jalan yang bisa dilewati massa. Ada juga yang mengadakan pawai takbiran yang diikuti mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Bersama-sama melantunkan takbir, menyemarakkan suasana malam hari terakhir di bulan Ramadan.

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Di beberapa daerah di Indonesia, ada yang memiliki tradisi malam takbiran. Berikut ini 4 tradisi malam takbiran di Indonesia. Dua diantaranya, dikutip dari buku Indonesia Punya Cerita: Kebudayaan dan Kebiasaan Unik di Indonesia, Yusuf – Toet (2012:99).

Malam takbiran, sumber foto: Photo by Leon Contreras on Unsplash

1. Tradisi memeriahkan malam takbiran di Bengkulu, dikenal dengan nama Bakar Gunung Api.

Tradisi ini dilakukan masyarakat suku Serawai, Bengkulu. Tradisi ratusan tahun yang dilakukan turun temurun menyambut datangnya hari raya Idul Fitri. Pada malam takbir tersebut, masyarakat membakar batok kelapa yang telah disusun menjulang seperti tusuk sate di depan halaman rumah. Batok kelapa yang disusun tersebut melambangkan rasa syukur terhadap Allah Swt.

2. Tradisi Tumbilotohe

Umat muslim di Gorontalo, Sulawesi Utara, mempunyai tradisi tiga hari terakhir, berturut-turut, di bulan Ramadan dengan memasang atau menyalakan lampu, yang disebut dengan Tumbilotohe.

Tumbi artinya pasang, dan tohe artinya lampu. Lampu yang digunakan adalah lampu minyak dari botol atau kaleng bekas yang kemudian bagian atasnya, ditutup dengan sumbu kompor. Lampu-lampu minyak itulah yang dinyalakan, dipasang berjejer di depan rumah, pinggir jalan, atau pun pagar rumah.

3. Tradisi Meugang

Tradisi malam takbiran berikutnya adalah di daerah Aceh. Tradisi ini sudah terkenal ke mana-mana. Tradisi Meugang, demikian sebutannya. Tradisi yang sudah berumur ratusan tahun ini berupa membagikan atau mengantarkan daging sapi untuk kaum dhuafa, fakir miskin.

4. Salah satu tradisi takbiran yang terkenal adalah tradisi Meriam Karbit di Pontianak.

Pada malam takbiran tersebut, masyarakat Pontianak mendentumkan suara Meriam mulai selepas isya hingga menjelang tengah malam. Meriam tersebut terbuat dari batang kayu berukuran besar. Kekhasan ini juga berlangsung di Sungai Kapuas.

Sebenarnya, masih banyak lagi tradisi memeriahkan malam penuh suka cita, takbiran, yang ada di Indonesia, seperti tradisi Ilo Sanggari di Dompu, NTB, atau tradisi Grebeg Syawal di Yogyakarta. Tak terasa ya, bulan Ramadhan 2022 akan memasuki hari-hari terakhir melaksanakan ibadah puasa. Kalau tradisi malam takbiran di tempat pembaca Berita Terkini, apa saja nih?(IJS)