Adakah Niat Puasa Maulid Nabi? Inilah Bacaannya

Konten dari Pengguna
6 Oktober 2022 19:48
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Niat Puasa Maulid Nabi, Foto Unsplash David Rodrigo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Niat Puasa Maulid Nabi, Foto Unsplash David Rodrigo
ADVERTISEMENT
Hari Maulid Nabi akan datang sebentar lagi. Di hari tersebut, umat Muslim akan melakukan beragam acara seperti menggelar peringatan Maulid Nabi. Biasanya peringatan ini akan diisi oleh ceramah dan berbagai hiburan Islami.
ADVERTISEMENT
Di samping itu, banyak orang Islam juga mulai bertanya terkait niat puasa Maulid Nabi. Hal ini disebabkan banyaknya tanggal-tanggal penting dalam Islam yang diikuti oleh puasa sunnah. Namun sebelum membahas ke niat tersebut, apakah Anda tahu bahwa adakah puasa Maulid Nabi itu? Jika belum, Anda bisa menyimak jawabannya di sini.

Niat Puasa Maulid Nabi

Mari kita pahami dahulu terkait puasa. Berdasarkan buku Puasa karya Astrid Herera (2016:3), puasa itu tidak hanya sekedar tidak makan dan minum, tetapi juga menahan hawa nafsu seperti, rasa lapar, haus, ingin marah, dan masih banyak lagi.
Puasa ada dua jenis, yakni puasa wajib dan puasa sunnah. Contoh dari puasa wajib adalah puasa Ramadhan, sedangkan contoh puasa sunnah adalah puasa Senin – Kamis. Lalu, puasa Maulid Nabi Muhammad SAW termasuk puasa apa?
Ilustrasi Niat Puasa Maulid Nabi, Foto Unsplash Katerina Kerdi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Niat Puasa Maulid Nabi, Foto Unsplash Katerina Kerdi
Sebenarnya tidak ada puasa khusus untuk Maulid Nabi. Itu berarti, niat puasanya juga tidak ada. Namun di bulan Rabiul Awal, yakni bulan yang bertepatan dengan Maulid Nabi, kita bisa membayar hutang puasa wajib. Selain itu, kita juga bisa melaksanakan puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis atau puasa Ayyamul Bidh yang biasa dilakukan pada tanggal 13 – 15 setiap bulan pada kalender Islam.
ADVERTISEMENT
Berikut niat puasa di hari Senin:
Nawaitu shouma yaumal itsnaini sunnatal lillaahi ta'ala.
Artinya: “Saya niat puasa pada hari Senin, sunah karena Allah Ta'ala."
Lalu, berikut niat puasa di hari Kamis:
Nawaitu shouma yaumal khomiisi sunnatal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat puasa pada hari Kamis, sunah karena Allah Ta'ala."
Dan inilah niat puasa Ayyamul Bidh:
Nawaitu sauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi ta'ala
Artinya: “Saya niat puasa esok hari pada Ayyamul Bidh sunnah karena Allah Ta’ala”
Itulah penjelasan mengenai niat puasa saat Maulid Nabi. Jadi, tidak ada puasa khusus untuk Maulid Nabi, ya. (LOV)
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020