Alasan Mengapa Indonesia Disebut Negara Agraris

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Pertanian sudah menjadi budaya turun-temurun masyarakat Indonesia terutama yang hidup di daerah sekitar pegunungan dan jauh dari pesisir pantai. Besarnya potensi pertanian di Indonesia membuat negara ini sering disebut sebagai negara agraris. Apakah hanya itu alasan mengapa Indonesia disebut sebagai negara agraris? Lalu apa sajakah cir-ciri dari negara agraris? Mari kita simak ulasan berikut ini.
Mengapa Indonesia disebut Negara Agraris?
Menurut buku Optimalisasi Potensi Desa di Indonesia karya Dr. Icuk Rangga Bawono, S.H., S.E., M.Si., M.H., Ak., C.A., ASEAN CPA, CTAP. dan Erwin Setiadi(2019:46), sebagai negara yang termasuk dalam wilayah tropis, Indonesia memiliki potensi pertanian yang sangat baik, terutama untuk pertanian tropika. Disebutkan juga bahwa pertanian merupakan sektor yang memiliki peran signifikan bagi perekonomian Indonesia. Sektor pertanian memyerap 35,9% dari total angkatan kerja di Indonesia.
Sektor pertanian berperan penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan, oleh karena itu peran petani menjadi sangat penting bagi negara agraris sebagai ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah ditambah posisi Indonesia yang dinilai sangat strategis. Dilihat dari sisi geografis, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi. Kondisi ini yang membuat Indonesia memiliki lahan yang subur dan banyak jenis tumbuhan yang dapat tumbuh dengan cepat.
Ciri-ciri Negara Agraris
Terdapat beberapa hal yang menjadi ciri khas negara agraris, di antaranya:
1. Menghasilkan Berbagai Jenis Hasil Pertanian
Negara-negara agraris mampu menghasilkan bermacam-macam jenis hasil bumi dengan jumlah sangat besar. Hasil panen yang berlimpah ini membuat negara agraris mampu melakukan ekspor produk pertanian ke negara lain.
2. Lahan yang Luas dan Subur
Lahan yang luas dengan kualitas yang baik merupakan dua faktor penting sebagai ciri dari negara agraris. Lahan yang luas dengan kualitas tanah yang buruk akan sulit dijadikan sebagai media tanam. Oleh karena itu, ciri-ciri negara agraris adalah memiliki lahan yang luas dan subur untuk mendukung jalannya roda pertanian.
3. Persediaan Air Berlimpah
Air juga termasuk salah satu unsur yang memegang peran vital dalam menunjang perkembangan sektor pertanian. Negara agraris tidak perlu khawatir karena persediaan air bersih di negara ini sangat melimpah, misalnya dari sungai, danau, atau dari air hujan.
4. Negara Pengekspor Komoditas Hasil Pertanian
Negara agraris biasanya menjadi pengekspor komoditas pertanian yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dunia. Indonesia mengekspor hasil pertanian yang menjadi komoditas unggulan seperti kopi, udang, kakao, karet, dan kelapa sawit.
5. Ketahanan Pangan yang Kuat
Negara agraris biasanya merupakan negara penghasil bahan pangan dalam jumlah besar, seperti beras, jagung, kopi, teh, kakao, sayuran, buah-buahan, ikan, dan juga daging dari subsektor perikanan dan perternakan.
Salah satu faktor menguntungkan dari mengapa Indonesia disebut negara agraris adalah Indonesia jadi memiliki sumber energi manusia yang profesional dalam bidang pertanian. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri. (DNR)
